GunungMerbabu sendiri berada di antara wilayah di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kota Salatiga. Sedangkan jalur pendakiannya ada di Suwanting dan Wekas (Magelang), Selo (Boyolali) dan Kopeng (Salatiga). Gunung Merbabu juga merupakan gunung berapi yang sudah lama mati dan bersebelahan langsung dengan Gunung Merapi.
Porter Wekas, Paket Wisata Pendakian Gunung Merbabu Private Trip Ekonomi, Bisnis, Eksekutif, VIP dan VVIP Jalur Wekas, Basecamp Pendakian Gunung Merbabu Tercepat dan TerfavoritSumber Air Gunung Merbabu berada di jalur Pendakian Wekas Informasi Pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas, Porter Wekas, Porter Merbabu, Paket Wisata Pendakian Gunung Merbabu Ekonomi, VIP, VVIP. Jasa Jemput dan Antar segera hubungi +62 85 643 455 685 [[ WhatApp 24 jam ]]. Jalur Wekas merupakan salah satu Basecamp Pendakian Gunung Merbabu tercepat dan memiliki sumber mata air. Selain memiliki sumber mata air, pendakian melalui Jalur Wekas anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa dan tantangan untuk merayap di tebing. Jalur Wekas mempunyai karakter tanah liat dan pendek sehingga aman dan nyaman untuk anak maupun lansia. BASECAMP JALUR WEKAS Basecamp Pendakian Wekas terletak di kampung tertinggi setelah Hutan Pinus sehingga beberapa pendaki kadang ragu untuk melanjutkan perjalanannya. Gapura Resort Wekas berada di batas bawah Hutan Pinus sedangkan Basecamp Pendakian berada di batas atas kampung sehingga apabila merasa ragu atau bingung jangan sungkan untuk bertanya atau memperhatikan plank yang sudah ada di setiap belokan dan persimpangan. Basecamp Persiapan terakhir sebelum berangkat adalah cek perlengkapan mendaki dan cek juga kondisi kesehatan. Satu lagi jangan lupa berdoa sebelum memulai pendakian. MEMULAI PENDAKIAN Basecamp – Pos I [[ 2 jam ]] Dari Basecamp menuju Pos I membutuhkan waktu sekitar 2 jam Dari Basecamp ke Pos I didominasi Hutan Lebat dan Jalan Tanah Liat Pos I Muat untuk 5 tenda Pos I ke Pos II [[ 1 jam ]] Dari Pos I menuju Pos II membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam Dari Basecamp ke Pos II didominasi Hutan Lebat dan Jalan Tanah Liat Pos II Muat untuk 20 tenda Pos II ke Pos III [[ 1 jam ]] Dari Pos II menuju Pos III membutuhkan waktu sekitar 1 jam Dari Basecamp ke Pos II didominasi Hutan Lebat dan Jalan Tanah Liat Pos III Muat untuk 5 tenda Pos III – Persimpangan kedua sebelum puncak [[ 1 jam ]] Pada jalur ini kita akan sampai pada percabangan atau titik pertemuan dengan jalur Pendakian Kopeng Thekelan dan Kopeng Cunthel. Nah, kita bisa memilih jalur kiri atau jalur kanan. Jika ambil kiri kita akan bertemu dengan Pos Helipad dan tower pemancar. Jika ambil kanan kita akan bertemu bukit seperti biasa. Persimpangan – Puncak Syarif [[ 30 menit ]] Persimpangan menuju Puncak Syarif Puncak Syarif Puncak Syarif – Puncak Kenteng Songo // Trianggulasi [[ 30 menit ]] Jika ditotal maka bisa kita kalkulasikan Basecamp – Pos 1 [[ 2 jam ]] Pos 1 – Pos 2 [[ 1 jam ]] Pos 2 – Pos 3 [[ 1 jam ]] Pos 3 – Puncak Keteng Songo [[ 2 jam ]] TOTAL = 6 jam perjalanan naik. Untuk waktu turun gunung biasanya lebih cepat daripada naiknya. Kita total naik adalah 10jam bisa kita ambil 50-40% menjadi hanya 3jam-4jam waktu yang dibutuhkan untuk turun kembali ke basecamp. [[ di luar istirahat dan bongkar tenda ]]. TIPS PENDAKIAN Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan, badai dan petir. Latihan fisik seminggu sebelum hari H Persiapkan tim dan perlengkapan yang akan dibawa pernah naik gunung. Jangan sepelekan keselamatan. Pakai sandal atau sepatu gunung dan jaket gunung. Bawa makanan dan air secukupnya jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak. Jangan melanggar peraturan dan jangan buang sampah di gunung Untuk pendakian Merbabu kita bisa naik pagi atau malam. Pagi Siang Malam Dirikan tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak supaya tidak terkena angin gunung langsung Jika ada anggota kelompok yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sebaiknya ditemani atau langsung bawa turun. Memaksakan ketika sakit sama halnya dengan bunuh diri atau membunuh rekan pendakian. Bijaklah dalam mengikuti tips ini. INFORMASI GUNUNG MERBABU Nama Gunung Merbabu Ketinggian m [[ kaki ]] Lokasi Barat Magelang BaratUtara Semarang dan SalatigaTimur Boyolali Letusan terakhir 1560 dan 1797 Pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu Alamat Jl. Merbabu Boyolali, Jawa Tengah – Indonesia Spot alam Hutan, Sabana, Bukit, Sunset, Sunrise Sumber air Ada di jalur Wekas Pos 2 Flora Pinus merkusii, Puspa, Akasia, Soro, Cemara gunung, Edelweis jawa Fauna elang jawa, elang hitam, alap-alap sapi, elang-ular bido, ayam hutan, tekukur, gelatik batu, kijang, landak, musang luwak, monyet ekor-panjang, dan lain-lain. Hutan Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung Mitos Kerajan Jawa sangat besar terkubur di dalam Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang berkaitan dengan kerajaan Mataram Kuno Kismis [[ kisah misteri ]] Di Gunung Merbabu ada yang namanya Pasar Setan konon adalah tempat jual-beli-nya makhluk halus Jalur Pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo [[ Boyolali ]] Jalur Chuntel [[ Salatiga ]] Jalur Thekelan [[ Salatiga ]] Jalur Wekas [[ Magelang ]] Jalur Suwanting [[ Magelang ]] Puncak Gunung Merbabu Puncak Puncak Syarif mdpl, Puncak Kenteng Songo mdpl Puncak Trianggulasi mdpl Puncak lain Puncak Watugubuk, Puncak Watu Tulis, Puncak Gegersapi, Puncak Ondorante Kawah Kawah Candradimuko, Kawah Kombang, Kawah Rebab, Kawah Kendang, Kawah Sambernyowo View gunung lain dari puncak Gunung Merapi, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran, Gunung Lawu,Terlihat samar Gunung Slamet, Arjuno Welirang, TRANSPORTASI Dari Yogyakarta // Semarang Apabila rekan rekan dari Jakarta // Jawa Timur atau daerah lain arahkan ke Semarang atau Yogyakarta. Dari Semarang atau Yogkarta kemudian arahkan ke Magelang Dari Magelang cari kendaraan menuju Kopeng turun di pertigaan arah Ketep Pass Dari Pertigaan Ketep Pass kemudian dilanjutkan Ojek ke Basecamp atau langsung carter kendaraan menuju Basecamp agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu diperjalanan. Dari Solo // Boyolali // Salatiga Apabila rekan rekan dari Jakarta // Jawa Timur atau daerah Boyolali, Salatiga, Solo dan sekitarnya arahkan ke Semarang // Solo. Dari Semarang // Solo kemudian arahkan ke Salatiga Dari Salatiga kemudian arahkan ke Kopeng dilanjutkan ke plank arah pertigaan Ketep Pass. Dari Pertigaan Ketep Pass kemudian dilanjutkan Ojek ke Basecamp atau langsung carter kendaraan menuju Basecamp agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu diperjalanan. REFERENSI Harga,By What App // Email // SMS +62 85 643 455 685dengan menyertakan [[ 01 ]] jumlah rombongan pendaki, [[ 02 ]] meet point, [[ 03 ]] finish point, [[ 04 ]] destinasi yang dipilih [[ 05 ]] tanggal mengingat setiap waktu harga dapat berubah.
Terdapatbeberapa jalur untuk mendaki gunung Merbabu, dan salah satunya yaitu jalur Wekas, yang merupakan jalur pendakian melewati desa Wekas. Pertama kalian akan membayar untuk tiket masuk dan tempat menyewa basecamp untuk persiapan. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam untuk sampai ke pos 1.

Bulan mei telah tiba, saya girang bukan kepalang saat melihat ada 2 tanggal merah di pertengahan mei. Tanpa pikir panjang, saya merencanakan pendakian pada tanggal itu. Singkat kata, saya mengajak semua rekan-rekan yang pernah mendaki bersama saya. Dan terkumpullah 5 orang yang memiliki waktu luang untuk menemani saya mendaki. Pastinya mereka bertanya-tanya mau mendaki gunung mana? saya pun bingung-,- Gunung Merbabu dan Slamet lah yang terlintas di otak saya kala itu, karena saya belum pernah mendaki keduanya. Mengingat akhir-akhir ini gunung Slamet sedang aktif-aktifnya, pilihan jatuh pada Gunung Merbabu. Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan,Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara, Provinsi Jawa Tengah. Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian meter di atas permukaan air laut. -Wikipedia Sebelumnya perkenalkan, Ini adalah team Merbabu 13-17 Mei 2015 Genta Auni Adinegoro Melas, Junior saya yang berkuliah di UGM Teknik Sipil 2014. Moonpala Angkatan 13. Salah satu anggota terbaik di Moonpala di generasinya. Kuat, Alat lengkap, Cerdas. Mufid Supriyanto Mupit, stupit, tukijam dll. Mahasiswa Akuntansi Gunadarma 2014. Satu slayer angkatan dengan genta. Sangat berisik, tapi sangat sabar meskipun dibully oleh kami Hana Tsabitah Dansa/Danski/Tasbi’ah etc. Mahasiswa UI 2014 PISIF bukan FISIP Ilmu Komunikasi. Moonpala angkatan 14 13,5 yang selalu menjadi bahan cengcengan Senior-seniornya di Moonpala. Tangguh, pintar, dan sabeb alig katanya. Jomblo juga. Gaes?! Achmad Faizal D Mayor, Satu-satunya Sarjana di team ini 🙁 Selebihnya Anda bisa baca di Page MPLX 🙂 Djoddy Mahardhika Z Seceng/jodi. Yang punya merbabu. Ini adalah yang ke-11 kalinya Ia mendaki merbabu-,- Selebihnya Anda bisa lihat di Page MPLX 🙂 Dan saya tentunya p H-2, Mayor dan Mufid membeli tiket Sinar Jaya Ciputat – Giwangan seharga 124rb/orang untuk 4 orang. Kenapa hanya 4? karena 2 orang lainnya adalah warga sementara Jogja. Rabu, 13 Mei, Kami semua berkumpul di agen resmi SinJay Ciputat sekitar jam 2 siang, karena keberangkatan bus adalah jam 3 sore. Saya dan mayor ngangkot’ bareng karena memang rumah kami tidak jauh. Dansa diantar oleh supirnya. Dan mufid diantar oleh Ayahnya. Kami tiba disana hampir berbarengan. Disana juga ada Tujo, senior kami yang tadinya mengiming-imingi akan ikut, tapi ya sudahlah~ Sambil ngopi-ngopi cantik, kami cek alat-alat yang kita butuhkan. Tidak ada sama sekali alat kelompok seperti Tenda atau kompor yang kami bawa, karena 2 orang jogja telah membackupnya 🙂 Bus SinJay menyalakan mesinnya, tanda mereka akan berangkat. But wait, jam berapa ini??? sudah jam 3 lewat setengah mereka baru persiapan berangkat-,- Kamipun berpamitan dengan Tujo. Jalanan Ciputat kala itu agak padat. Bus kami membutuhkan 20 menit untuk masuk ke Tol Pondok Indah. Setelah itu masih macet lagi-,- Berjam-jam kami di Bus, Sampailah kami di tempat peristirahatan bus Sinar Jaya di daerah Indramayu sekitar pukul 10 Malam. Makanan disitu bisa dibilang sangat mahal, Saya dan dansa terpaksa merogoh kocek masing-masing 28ribu hanya untuk nasi+1 lauk+sayur dingin+minum-,- Perut sudah kenyang, bus pun berjalan, kami semua tertidur. Saya terbangun di daerah Kebumen sekitar jam 3 Pagi, setelah mendapat kabar bahwa Real Madrid tidak lolos ke Final Berlin, saya kembali tidur~ Kemudian saya terbangun lagi di daerah Purworejo sekitar jam 6 Pagi. Setelah memberi kabar pada sang tuan rumah, saya kembali tidur 😀 Kami sampai di terminal Giwangan-Jogjakarta sekitar pukul 11 Siang. Lalu melanjutkan perjalanan menuju rumah si tuan rumah di daerah Parang Tritis. Tarif bus Giwangan-Parang Tritis hanya 5rb. Tidak terlalu jauh, hanya beberapa menit kami tiba di rumah Jodi. Kami mem-packing ulang barang-barang kami, sekaligus belanja logistik yang masih harus dilengkapi. Setelah semuanya siap, Kami berangkat menuju Magelang dengan menggunakan bus Ramayana tujuan Terminal Magelang, Bus Ramayana ini seperti JetCoster, hanya 1 jam kami sudah tiba di Magelang dengan tarif 15rb. Di terminal magelang, Kami mengisi perut kami dengan soto daging khas Jawa tengah 9 sambil mencari carteran mobil untuk menuju daerah wekas. Kami mendapatkan 1 mobil carteran carry dengan harga 15rb per orang. Basecamp Wekas Satujam perjalanan, kami telah sampai di wekas. Dan masih harus naik ojek menuju basecamp Wekas. Satu motor diberi tarif 25rb, mau tak mau kami harus naik karena jarak dari perkampungan Wekas ke basecamp Wekas lumayan jauh dan menanjak-,,- Lalu kami registrasi disana. Tiket masuk TNGM untuk pendakian Lintas Wekas-Selo adalah 16rb/orang. Tidak lama setelah registrasi, kami semua memulai pendakian yang diawali doa terlebih dahulu. Tujuan pertama kami adalah pos 2 Wekas. Kenapa? karena disana ada tempat berkemah yang paling pas untuk para pendaki gunung Merbabu, plus ada sumber air. Setelah 3 jam perjalanan santai, kami sampai di pos 2. Kami membagi tugas, Saya, Jodi, Dansa, dan Genta membangun tenda, yang lainnya memasak air hangat, karena suhu sudah mulai menusuk-nusuk tulang -,- Setelah tenda jadi, dan minuman hangat tersaji beserta makanannya, kami semua masuk, berkumpul di dalam satu tenda sambil bercengkrama, bercanda, tawa. Ah nikmatnya 🙂 Sadar hanya kita yang masih terjaga tengah malam itu, kami semua tidur, takut mengganggu kenyamanan para pendaki lain 🙂 Pagi jam 6, saya yang pertama bangun. Seperti biasa, hal yang pertama saya cari adalah kopi. Saya lupa kalau saya sedang di hutan. Langsung saja saya ambil seperangkat alat masak di belakang tenda untuk membuat minuman hangat dan membuat makanan untuk semuanya, meskipun hanya mie instan. hehe Masakan matang, penghuni tenda sebelah, Genta, dansa, dan mufid membuka pintu tendanya sambil mengigil, tanda mereka sudah siap beraktifitas makan pagi itu. Kabut tipis dengan sedikit gerimis menghampiri kami pagi itu. Kami semua ber-mager-ria, hanya mufid yang semangat pagi itu, sebetulnya bukan semangat, lebih ke panik, karena hanya dia yang mengejar waktu agar hari minggu sudah sampai di rumah Sekitar jam 9, kami semua bersiap-siap. Mem-packing semua barang-barang yang kita gunakan di kemah itu. Tak lupa kami mengumpulkan sampah yang kami bawa 🙂 Tujuan kami selanjutnya adalah Puncak. Setelah berdoa, kami semua kembali melangkah menggapai asa Tsaelah….. Susunan Leader-Center-Sweeper tidak jauh beda dengan hari sebelumnya. Genta pada leader, Dansa pada center dan Jodi sebagai sweeper. Medan yang kami tempuh lumayan menanjak, kemiringan sekitar 30°-65°, ditemani hutan hujan tropis khas Indonesia, dan kawan gunung merbabu di kiri dan kanan kami, Barulah setelah kami melewati pos 3 kami disajikan pemandangan padang rumput, Puncak Merbabu pun mulai terlihat jelas. Tengah hari, kami telah sampai di pertigaan antara puncak syarif dan puncak kenteng songo. Di Gunung Merbabu, ada 3 puncak, selain yg saya sebutkan diatas, satu lagi adalah puncak Triangulasi. Puncak Syarif Gunung Merbabu Hanya butuh 10 menit dari pertigaan untuk sampai di puncak Syarif. Kami menitipkan barang bawaan kami kepada para pendaki lain. Lho kenapa dititipkan?! Ya, soalnya, jalanannya sangat menanjak, dan lagipula kita akan kembali lagi lewat situ untuk menuju puncak kenteng songo. 🙂 Kenapa namanya puncak syarif? Konon menurut cerita penduduk Mbah Syarif pernah lama tinggal di puncak gunung Merbabu, sehingga penduduk menyebutbya puncak Syarif. Apakah mbah Syarif dimakamkan dipuncak Merbabu? ada yang bercerita Makam mbah Syarif berada di desa Thekelan. Lalu apakah mbah Syarif seorang Pertapa sehingga menyendiri di puncak gunung? Apakah tujuannya untuk mencari ketenangan bathin? Menjauhkan diri dari masyarakat dan keduniawian? Menurut salah satu versi cerita tentang Mbah Syarif. Mbah Syarif melarikan diri ke puncak Merbabu setelah beliau membunuh istrinya. Lantas mana yang benar? Wallahualam… Puncak Syarif berada pada ketinggian 3119 Mdpl dengan luas kurang lebih 50-75m². Pemandangan dari sini sangat indah, sayang kami hanya’ disajikan gumpalan awan dan Gunung Merapi yang mengintip dari arah selatan. Katanya, kalau sedang tidak ada wan, kita bisa melihat laut jawa di arah utara! Setelah berfoto ria, kami kembali turun ke pertigaan untuk turun minum, kemudian kami bergegas menuju puncak Kenteng Songo. Puncak Kentheng Songo, Gunung Merbabu Perjalanan menuju kenteng songo tidak berbeda jauh dengan perjalanan dari pos 3 menuju pertigaan. Hanya saja, beberapa meter sebelum Puncak kenteng songo, ada tebing yang lumayan curam yang mau tidak mau harus kita lalui. Harus ekstra hati-hati melewati tebing ini, salah sedikit, patahlah anggota badan 🙂 Andd drum roll please….. Akhirnya kami sampai di Puncak tertinggi Gn Merbabu, Kentheng Songo. Sedikit kisah dari kentheng songo, Disini terdapat 4 Watu Kenteng batu berlubang yang tentunya kalau dilihat tanpa kasat mata hanya terdapat 4 lubang/kenteng, namun sesungguhnya terdapat 9 kenteng/lubang yang ada pada puncak ini jika dilihat secara ghaib. Percaya tidak percaya memang watu Kenteng Songo memang sudah ada semenjak Gunung Merbabu ini terbentuk dan disekitar sinilah terjadi aktifitas dari para makhluk halus penunggu Gunung Merbabu. Banyak sekali kejadian- kejadian yang tidak lazim yang ditemukan oleh para pendaki yang membuat camp di puncak Kenteng Songo dari kejadian fatamorgana sampai yang mendengar keramaian di puncak Kenteng Songo yang padahal tidak ada seseorang pun kecuali para pendaki yang sedang beristirahat di puncak ini. Terkadang dapat dikatakan Kenteng Songo menjadi negeri diatas awan bukan hanya bagi para pendaki/manusia melainkan bagi para lelembut yang selalu menjaga Gunung Merbabu ini. Dari sini akan terlihat pemandangan klasik Merapi dan 6 puncak Merbabu yang lain, seperti Triangulasi, Pregodalem, Watu Gubung, maupun puncak pemancar. Puncak Kentheng songo siang itu panas sekali, matahari terasa sangat dekat. Namun, angin tetap saja berhembus cepat. Pendaki lain sibuk berfotoria di tugu puncak, sedangkan kami bingung ingin istirahat dimana. Beginilah fenomena di Indonesia, gunung-gunung yang dahulu begitu eksklusif, sekarang menjadi tempat wisata wajib untuk abg-abg labil. Hampir semuanya yang berada di atas sana membawa spidol dan kertas kosong yang nantinya akan ditulisi berbagai macam tulisan, sekedar untuk pesan kepada kawan-kawannya yang tidak ikut mendaki. Bahkan, ada yang sampai membuat puluhan pesan semacam itu-,- semoga saja sampahnya dibawa pulang 🙂 Sebenarnya kami juga membawa kertas semacam itu. Itupun dansa yang dititipi temannya untuk menuliskan sesuatu diatas Gunung Merapi sangat terlihat jelas sekali di depan mata kami, dengan selimut awan menggumpal, Ia tampak gagah. Di sebelah barat, ada matahari yg terik, cocok untuk berfoto genre siluet. Kami tak mau kehilangan momen ini, semua asik sendiri dengan kameranya, termasuk saya. Hehe Puas berfoto dan karena sangat terik disana, Kami melanjutkan perjalanan kami. Targetnya kali ini adalah sabana 1 sebelum matahari tenggelam. Kami tidak mampir ke Puncak Triangulasi yang kelihatanannya tak jauh beda dengan kentheng songo. Turun via Jalur Selo Kami turun lewat jalur Selo yang mana jalurnya sangat sangat curam. Kemiringan mencapai 80° bahkan lebih beralaskan tanah Vulkanik khas Gegunungan, disarankan jangan menggunakan Sendal jenis apapun, karena memang sendal bukanlah SOP yang tepat 🙂 Oh iya, jika Anda kelelahan, usahakan jangan berlari dijalur ini, karena dapat membahayakan pendaki lain 🙂 Setelah 3 kali turunan dengan kemiringan tersebut, masing-masing sepanjang 100-150 Meter, barulah kita tiba di sabana 2. Kami memutuskan untuk bermalam disana. Karena dari atas, terlihat jika Sabana 1 sudah full dengan tenda-tenda pendaki lain yang ingin naik ataupun turun. Lagipula, Sabana 2 sangat luas, dan bagus, Mengurangi rindu saya kepada Surya Kencananya Gunung Gede 🙂 Angin Lembah Sabana bertiup dengan lembut, sesekali menembus pakaian yang kita gunakan. Suasana yang sangat jarang, bahkan tidak akan pernah Anda rasakan di penatnya Ibukota 🙂 Kami mendirikan tenda bertetanggaan. Baru kami yang mendirikan tenda di lapangan luas itu, sisanya mendirikan di sebrang kami di dekat pepohonan. Setelah tenda berdiri, seperti biasa, ritual yang kita lakukan adalah…. masak air. Gelap pun datang, kami semua bergabung kembali di dalam 1 tenda. Untuk mengusir rasa lelah, kami memainkan permainan kartu Blackjack. Bukan uang taruhannya, melainkan, setiap pemain yang kartunya kebakar’ mendapat kesempatan emas, yaitu berlari keliling tenda 😀 fyi diluar sangat dingin kala itu tapi untuk menghemat waktu, kami sepakat sanksi diberikan apabila sudah ada pemain yang 5 kali kebakar’ kartunya 😀 Dansa adalah penyetak rekor dengan 5 kali kebakar’, diikuti genta 4 kali, mufid dan saya 2 kali, dan jodi 1 kali, sedangkan mayor tidak pernah kebakar’ karena memang ia tidak ikut main p Kami berlimapun serentak menjalani hukuman yang kami buat sendiri… brrr kaki rasanya seperti ditusuk-tusuk paku-,- Kami sepakat menghentikan permainan, karena hukumannya tidak begitu menyenangkan… Diluar, Bintang bertaburan, rasanya sayang sekali untuk melewatinya. Saya mengajak jodi untuk menggelar tongkrongan di luar sebelah tenda, mempersenjatai diri dengan sb, kompor dan bahan makanan. Genta dan Dansa ikut bersama kami, sisanya tertidur pulas. Tidak banyak yang kami lakukan, hanya ngobrol santai, masak, makan, sambil menatap bintang yang aduhai indahnya 🙂 Menu yang menjadi juara malam itu adalah sebut saja kuah surga. Yaitu air mendidih yang diaduk bersama royco rasa ayam, itu saja. Waktu menunjukkan tengah malam, bahan makanan pun telah habis. Kami berempat memutuskan untuk tidur. Tentu saja tidak tidur diluar, kami semua membereskan tempat kami nongkrong tadi, dan kembali ke tenda masing-masing. Saya terbangun dini hari, cahaya senter para pendaki yang ingin mengejar sunrise terlihat dari kejauhan. Saya sebenarnya ingin melihat sunset dari bukit sebelah timur, tapi sepertinya masih terlalu pagi untuk saya keluar tenda, dan akhirnya saya tidur kembali. Dan sialnya, saya terbangun jam 6, dimana matahari sudah terlanjur tinggi 🙁 Saya keluar tenda, berjalan menuju bukit timur, mayor membuntuti saya dari belakang bersama mufid, yang lainnya masih tertidur, atau tidak berani keluar, entahlah. Sabana 2 Dari bukit itu, kembali Merbabu memamerkan keindahannya, saya disuguhi pemandangan awan ke kuningan, terlihat dari arah tenggara agak jauh mengintip gunung lawu yang seakan mengucapkan “selamat pagi” khusus untuk saya. Kami kembali ke tenda, disana sudah ada genta dan dansa yang sedang bingung ingin melakukan apa. Jodi masih terbungkus rapi dengan SB. Saya mengeluarkan seperangkat alat masak, seperti biasa, air hangat untuk membuat kopi. Genta mencoba memasak nasi dibantu dansa, sambil menunggu nasi matang, saya membuat pancake yang adonannya sudah dibuat oleh jodi semalam, untuk sekedar menemani kopi. Hari sudah semakin siang, perut pun sudah terisi. Tapi, jodi belum juga keluar dari kepompongnya’, padahal, mufid sudah panik bukan kepalang Mufid memberanikan diri untuk membangunkan jodi. Jodipun bangun, dan merapikan semuanya. Sedih rasanya kami harus meninggalkan sabana 2 tanpa tahu kapan bisa kesana lagi 🙁 tapi, dibawah sana, kehidupan yang sesungguhnya telah menanti. Kami berjalan meninggalkan Sabana 2. Kembali kami dipertemukan turunan yang sangat curam seperti saat kami menuju sabana 2. Diujung turunan adalah Sabana 1 yang memang sangat ramai sekali. Kami mempercepat tempo perjalanan, dengan harapan tidak terlalu sore sampai di basecamp Selo. Pos 3 dan pos 2 hanya kami singgahi sebentar saja. Barulah di pos bayangan kami semua istirahat lumayan lama, sekaligus opsih disekitar situ, karena sampahnya terlalu banyak 🙂 Sekitar pukul 3 petang, kami sampai di basecamp Selo. Disana sudah berjejer mobil carteran, dari APV hingga losbak. Kami tidak terburu-buru, memesan segelas kopi dan teh terlebih dahulu sepertinya akan nikmat 🙂 Saya kemudian bernegosiasi dengan salah satu losbak disana, harganya bisa dibilang mahal. 400 ribu untuk keberangkatan menuju Jogjakarta, satu mobil bisa menampung 15 orang. Kami berunding terlebih dahulu. Tidak lama, segerombolan orang yang untungnya kenal dengan salah satu rombongan kita tiba. Tetangganya Jodi itu membawa 8 orang, tapi tujuan mereka adalah boyolali. Mengingat hanya mufid yang akan pulang ke jakarta, kamipun setuju untuk gabung dengan mereka. Harga losbak ke boyolali hanya 250rb, lebih murah lagi 😀 Satu jam tiga puluh menit kami sudah tiba di terminal boyolali. Kebetulan bus yang akan ke Jakarta belum berangkat, dan akhirnya kami berpamitan dengan mufid dan 8 orang rombongan temannya Jodi. Jogjakarta Kami sisa ber 5, tujuan kami adalah Jogjakarta. Kata orang disana, kami harus menuju kutoarjo dahulu barulah kami menemukan bus yang menuju Jogja. Di kutoarjo kami menyempatkan untuk minum susu hangat yang katanya khas boyolali itu hehe tak lama bus EKA jurusan jogja datang, kamipun berangkat menuju jogja. Perjalanan menuju jogja memakan waktu 1,5 jam dengan ongkos 15ribu. Tiba di terminal Giwangan, kami tidak menemukan bus yang menuju parang tritis, mau tidak mau kami harus naik taksi. Uh, untung saja ada bang boro temannya jodi yang sedang menginap di rumahnya jodi. Sebelum dijemput, kami makan nasi goreng di pinggir perempatan giwangan, lumayan. Nama nasi goreng yang saya pesan adalah Magelangan, jadi magelangan itu adalah nasi goreng campur bihun dan lain-lainnya. Selesai makan, bang boro sudah menunggu diluar kedai, jodi pun ikut dengannya, mereka mengambil 1 motor lagi di rumah jodi. Dan begitu terus sampai kami semua terangkut ke rumahnya jodi. Dirumah jodi, kami semua mebersihkan diri, sekligus istirahat sebentar. Rencananya, malam itu kami semua ingin mengelilingi Jogjakarta. tapi sayang, sudah larut malam sehingga hanya Alun-alun Jogja yang masih buka 🙁 Paginya, saya dan Dansa yang sedang sibuk dengan tugas kampusnya berunding, dan kami memutuskan untuk mencari bus pulang pagi itu juga. Lalu kami membangunkan mayor dan genta untuk membantu mencari bus pulang. Di terminal giwangan, kami mendapatkan bus pulang Sumber Alam dengan harga Rp dengan keberangkatan jam 2 siang. Kebetulan kala itu masih jam 11 siang, jadi kami memutuskan untuk balas dendam karena semalam kami gagal mengelilingi Jogja. Lalu kami ke malioboro yang kala itu Ramai sekali karena baru saja diadakan Color Run disana. Kami mampir ke kedai Gudeg dipinggiran jalan Malioboro. Setelah itu kami menuju tempat Oseng-oseng mercon yang sudah saya rindukan sejak semalam. Ternyata tempat yang kami temukan itu sama seperti tempat yang waktu saya kesini dengan dimsum. Setelah puas berkuliner ria, waktu sudah menunjukkan jam setengah 2, kami bergegas menuju Terminal giwangan. Bus sudah menunggu, kamipun berpamitan dengan Genta. Lho kok cuma genta? Jodi masih ternyenyak di kasurnya. As Always-,- Sekitar jam 10 Malam, bus berhenti makan di daerah Bumiayu, yang membedakan Sumber Alam dengan Sinar Jaya adalah harga makanan di restoran Sumber alam lebih murah, hanya 18 Ribu kami sudah bisa menikmati 2 Lauk. Love you Sumber Alam. Jam 7 pagi, Kami tiba di Tol Bekasi yang kala itu macet parah, kami lupa kalau hari itu adalah senin pagi-,- Kami mencoba tidur kembali, berhasil, tapi cuma sebentar. Sekitar jam 11 siang akhirnya kami tiba di terminal lebak bulus, dari situ kami naik angkot Lebakbulus – Pamulang, disambung dengan angkot Pamulang-Muncul, Dansa turun di Villa dago, ya karena memang disitu rumahnya-,- Saya masih harus melanjutkan perjalanan menuju serpong, saya singgah sebentar dirumah mayor sekedar untuk mengisi perut, lagi lagi dengan kopi. Setelah meng-copypaste foto-foto selama perjalanan, Saya di antar mayor ke rumah saya. Dan itu lah akhir dari 5 hari yang menabjubkan. Terimakasih kepada Gunung Merbabu untuk keindahannya yang tanpa saya duga bisa seindah itu. Sekian catatan perjalanan gunung merbabu dari saya. Terimakasih juga kepada semua rombongan, Jodi, Genta, Dansa, Mayor, dan Mufid. Serta terimakasih juga untuk bang Boro 🙂 Mendaki gunung bukan tentang seberapa tinggi gunung yang kau daki, tapi ini tentang dengan siapa kau mendaki, dan untuk apa kau mendaki.

JalurMerbabu via Wekas di Wekas Magelang Jalur Merbabu via Grenden di Pakis Magelang Jalur Merbabu via Suwanting di Suwanting Magelang *klik di jalur yang kamu cari untuk info lebih lengkapnya. Nah, dari beberapa jalur diatas, jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo merupakan jalur paling favorit bagi pendaki, setelah itu disusul oleh jalur
Gunung Merbabu sangat terkenal di kalangan pendaki dan pecinta alam Indonesia. Selain mudah diakses dengan medan yang tidak terlalu berat, pemandangan di sepanjang jalur pendakian sangat indah dan cukup memanjakan mata untuk menikmati sunrise maupun sunset. Gunung api bertipe strato berketinggian mdpl ini bersebelahan dengan Gunung Merapi, kadang pendaki melakukan pendakian kedua gunung tersebut. Istilah populernya adalah 2M. Gunung Merbabu masuk di dalam daftar 10 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah. Gunung Merbabu terletak di Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat, Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan, Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara. Ada beberapa jalur pendakian Gunung Merbabu, yaitu Jalur Pendakian via Kopeng Tekelan Jalur Pendakian via Kopeng Cunthel Jalur Pendakian via Wekas Jalur Pendakian via Selo Jalur Pendakian via Gancik Jalur Pendakian via Suwanting Jalur Pendakian via Grenden Transportasi ke basecamp Wekas Wekas merupakan desa terakhir menuju puncak. Memiliki jalur pendakian medium dengan pemandangan alam tak kalah indah dengan jalur pendakian yang lain. Ada beberapa alternatif cara ke basecamp Wekas, yaitu Dari Surabaya Naik bus dari Terminal Bungurasih tujuan Magelang. Dari Magelang bisa naik mini bus atau angkot yang bisa mengantar langsung ke basecamp. Dari Solo Naik bus dari Terminal Tirtonadi jurusan Semarang, turun di Pasar Sapi Salatiga. Oper mini bus jurusan Salatiga - Magelang, turun di Pasar Kaponan. Kemudian carter mobil bak sayuran ke Desa Wekas. Dari Jakarta Bisa menggunakan bus langsung tujuan Magelang atau kereta api tujuan Semarang. Dari Semarang mencari bus tujuan Magelang dan dilanjutkan seperti cara diatas. Dari Yogya Bisa naik bus jurusan Yogya - Semarang, turun di Magelang. Oper minibus jurusan Magelang - Salatiga, turun Pasar Kaponan dan carter mobil bak sayuran ke Desa Wekas. Jika naik kereta, turun di Stasiun Lempuyangan atau Stasiun Tugu. Kemudian ke terminal dan melanjutkan cara seperti di atas. Info & Tips Naik kereta dari Yogya agak rumit, sebaiknya naik bus. Mini bus di Terminal Magelang beroperasi sekitar jam 9'an menuju Wekas. Jika hari libur, bus tidak ada dan harus carter angkot. Tarif angkot sekitar tetap dengan negosiasi. Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Wekas Jalur pendakian Gunung Merbabu via Wekas merupakan jalur terpendek dan terdapat banyak sekali sumber air sehingga jarang pendaki menjumpai trek datar yang membentang. Pendakian Gunung Merbabu Basecamp - Pos 1 Dari basecamp menuju pos 1 Gunung Merbabu akan melalui jalur makadam menanjak melewati rumah warga dan ladang penduduk. Tak jauh selepas pemukiman dan area sebelum masuk hutan, akan menjumpai makam yang dipercaya sebagai makam seseorang yang menemukan kampung tersebut. Kemudian trek mulai berupa tanah padat akan terus menanjak hingga ke pos 1. Pos 1 - Pos 2 Selepas pos 1 menuju pos 2 jalur masih terus menanjak dengan trek yang sama. Di sepanjang jalur pendakian terdapat pipa-pipa air. Pos 2 merupakan tempat terbuka dan datar yang mampu menampung banyak tenda. Tak salah jika Pos 2 disebut juga dengan camping ground. Pemandangan di Sekitar Pos 2 Di area pos 2 ada jalur buntu yang menuju ke sebuah sungai yang dijadikan sumber air bagi masyarakat sekitar Wekas dan sekitarnya. Sumber air di tempat ini mengikuti pipa-pipa air menyusuri tepian jurang ke arah sungai bawah kawah. Pos 2 - Persimpangan Jalur selepas pos 2 berupa bebatuan bercampur tanah menanjak berkelok-kelok hingga akhirnya sampai di area datar sempit yang dulunya disebut Pos 3. Naik ke atas lagi, akan sampai di persimpangan pemancar yang menjadi titik pertemuan dari jalur Thekelan dan Cunthel. Dari persimpangan ini jika ke kanan akan terus pada jalur pendakian ke puncak. Sedangkan ke kiri akan bertemu tower pemancar. Di area ini ada beberapa lokasi datar yang bisa digunakan untuk camp. Areanya memang terbuka, sehingga rawan badai dan angin malam. Persimpangan - Puncak Gunung Merbabu Selanjutnya jalur pendakian Gunung Merbabu dilanjutkan dengan melewati pos helipad. Di sepanjang area ini, tampak kawah Gunung Merbabu yang berwarna keputihan. Di sebelah kanan dekat kawah terdapat mata air. Tapi harus bisa bedakan mana air minum dan mana air belerang. Kemudian pendakian Gunung Merbabu dilanjutkan naik turun perbukitan kecil yang akrab disebut dengan punggungan sapi. Selanjutnya, tantangan berlanjut juga saat melewati jembatan setan. Trek menuju Puncak Merbabu Jembatan Setan Selepas Jembatan Setan, Pendakian ke puncak Gunung Merbabu dilanjutkan dengan melewati punggungan trek terbuka dengan pemandangan lembah yang indah hingga sampai di persimpangan puncak. Dari persimpangan, bisa memilih jika ke kanan menuju Puncak Kenteng Songo dan Puncak Trianggulasi. Sedangkan ke kiri menuju Puncak Syarif. Kebanyakan Kenteng Songo memang didahulukan. Menuju ke puncak Kenteng Songo, trek cukup terjal. Akan bertemu persimpangan lagi, jika ke kiri ke bawah jalur lebih landai, jika ke kanan, jalur cukup menanjak. Terserah mau pilih yang mana... Puncak Kenteng Songo Gunung Merbabu Gunung Merapi dari Puncak Kenteng Songo Puncak Syarif Gunung Merbabu Di puncak Kenteng Songo Gunung Merbabu akan tampak jelas Gunung Merapi yang gagah menantang. Di arah barat tampak Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang selalu menemani di sepanjang jalur pendakian via Wekas. Sementara di kejauhan ke arah timur tampak Gunung Lawu dengan puncaknya yang memanjang. Dari puncak, pendaki bisa memilih jalur jika ingin turun melalui jalur lain. Tips Pendakian Gunung Merbabu via Wekas Merupakan jalur pendakian Gunung Merbabu yang pendek, siapkan fisik dan tenaga untuk trek yang full menanjak. Simaksi Pendakian Gunung Merbabu bisa dilakukan secara online. Gunakan Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung yang lengkap untuk kenyamanan dan keamanan. Dari basecamp hingga Pos 2 ada pipa-pipa air. Jangan melubangi pipa-pipa air tanpa menutupnya kembali karena air untuk kebutuhan penduduk di kaki gunung. Pos 2 adalah tempat camp yang strategis karena ada sumber air, tempat yang luas dengan bonus landscape tebing yang menarik. Waspadalah dengan banyaknya kera abu-abu di sekitar Pos 2. Meski strategis untuk camp, tidak menutup kemungkinan kera-kera bisa mengganggu dengan mencuri logistik. Camp di area tower maupun area terbuka di sepanjang bibir kawah juga merupakan tempat yang cocok, tapi tidak terlindung dari angin kencang. Jadi kondisikan cuaca. Gunakan tali jika tidak yakin atau ragu melintasi jembatan setan. Estimasi Waktu Pendakian Gunung Merbabu Basecamp - Pos 1 1,5 jam Pos 1 - Pos 2 2 jam Pos 2 - Persimpangan 2 jam Persimpangan - Puncak Kenteng Songo 1,5 jam Puncak Kenteng Songo - Puncak Syarif 30 menit Informasi Gunung Merbabu via Wekas Tinggi mdpl Tipe Stratovolcano Wilayah Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang. Pengelolaan Taman Nasional Gunung Merbabu Letusan Terakhir 1797 Puncak Puncak Kenteng Songo, Puncak Syarif, Puncak Trianggulasi. Nama Kawah Kawah Condrodimuko Sumber Mata Air Pet Bocor, Kop-kopan, Pondokan. Camp Ideal Pos 2. Durasi Pendakian Normal 2 - 3 hari. View Gunung Gunung Merapi, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran, Gunung Lawu. Wisata Sekitar Lokasi Basecamp Wekas Kedakan, Kenalan, Pakis, Magelang, Jawa Tengah 56193 Map Klik Disini Kontak Basecamp Wekas 085 740 540 436 Simaksi
InformasiLengkap Panduan Mendaki Gunung Merbabu. Jalur Pendakian Via Selo - Suwanting - Wekas - Chuntel - Thekelan - Kopeng . Menuju Basecamp Pendakian Gunung Merbabu via Wekas Magelang; Dari Boyolali APV / AVANZA / XENIA sekelas (maks 7 orang) - Rp. 450.000,00 Dari Boyolali ELF / L300 sekelas ( maks 14 orang ) - Rp. 750.000,00
Taman Nasional Gunung Merbabu June 15, 2023 Mendaki Seru di Merbabu, Edisi “KOSIK Konservasi AsikMulai 1 Desember 2022 Booking Online Pendakian Rilis V2Sinergitas Program Kegiatan Bina Cinta Alam Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dan SMP Negeri 4 BoyolaliPerkuat Keterampilan Kelompok Masyarakat Desa Penyangga, BTNMb Berikan PelatihanPastikan Calon Pendaki Mengisi Data Booking Online dengan Benar6 Kelompok Masyarakat Desa Penyangga Kawasan TNGMb Terima Bantuan Fasilitasi Usaha Ekonomi Produktif5 Kelompok Binaan Balai TN Gunung Merbabu Terima Bantuan Kemitraan KonservasiPengumuman Uji Coba Kegiatan Wisata TN Gunung Merbabu Wilayah Pembukaan Jalur Pendakian ThekelanMenanamkan Cinta Merbabu Sejak Dini SEJARAH KAWASAN PENETAPAN KAWASAN ZONASI SIMAKSI TATA TERTIB PENDAKIAN HomeKONDISI UMUM AKSESIBILITAS KAWASAN KONDISI FISIK KAWASAN IKLIM GEOLOGI & TANAH TOPOGRAFI POTENSI KAWASAN EKOSISTEM POTENSI FLORA POTENSI FAUNA WISATA ALAM GRENJENGAN KEMBAR GRENDEN KOPENG TREETOP KALIPASANG TOP SELFIE UMBUL SONGO PENDAKIAN JALUR SELO JALUR CUNTEL JALUR SUWANTING JALUR THEKELAN JALUR WEKAS PUBLIKASI PENELITIAN Laporan Kinerja & Statistik
Dua jalur pendakian Gunung Merbabu kembali tutuphingga tanggal 8 Mei 2022 oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Jumat (1/4/2022). Kedua jalur tersebut ialah Jalur Pendakian Suwanting dan Jalur Pendakian Wekas di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
JALUR PENDAKIAN GUNUNG MERBABU VIA WEKAS Gunung merbabu adalah gunung yang terletak di 3 kabupaten, yaitu kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali. Gunung merbabu memiliki 4 jalur pendakian yang dibuka untuk umum. Sebelah utara terdapat jalur Thekelan dan Cunthel, Sebelah barat terdapat jalur Wekas, dan Sebelah selatan terdapat jalur Selo. Dalam kesempatan kali ini kita akan mengupas tuntas jalur pendakian via Wekas,kec Pakis, Kab Magelang. Gunung merabu, Dilihat dari gunung Telomoyo Basecamp Grabupal dusun wekas Akses menuju basecamp ini cukup mudah, cukup masuk ke gapura dusun wekas lalu ikuti jalan menanjak di desa, sudah banyak plang penunjuk arah menuju basecamp gunung merbabu. Jarak dari jalan raya sekitar 3km. papan penunjuk arah menuju basecamp Start pendakian basecamp sampai pos 2. Dari basecamp menuju keatas terdapat sebuah masjid desa kenalan dan terus berjalan keatas kita akan melihat pohon cemara berjajar, atau juga sering disebut gerbang cemara. Karena dari sinilah kita akan dilepas berjalan masuk ke dalam hutan gunung. Cek poin-cek poin yang dapat ditemui adalah air terjun kecil, pohon ambruk mirim, jalan menyamping di sebelah hamparan ilalang, pos 1 telaga arum, pohon tumbang miring, hutan monyet, jalur pipa ganda, zona bekas hutan terbakar, jalur landai terowongan semak-semak, dan pos 2. Waktu tempuh dari basecamp ke pos 2 sekitar 2 jam 40 menit sampai 3 jam 20 menit. Atau kalu untuk pemula sekitar 3 jam 40 menit sampai 4 jam. Peta jalur pendakian dari basecamp ke pos 2 Pos 2 Jalur pendakian dari pos 2 sampai puncak Merbabu Pos 2 merupakan sebuah tempat yang lapang dan cocok untuk membuat tenda camp. Tempat ini bisa memuat lebih dari 100 tenda. Jalur pendakian dari pos 2 menuju puncak merbabu lebih menyenangkan karena memiliki medan yang bervariasi. Durasi perjalanan umumnya skitar 3,5 jam apabila menuju puncak syarif, dan skitar 4 jam 20 menit kalau menuju puncak kenteng songo, kalau untuk pemula alokasi sekitar 5 jam. Peta dari pos 2 menuju puncak Dimulai dari menyusuri jalan meninggalkan pos 2 nanti akan menemukan sebuah batang pohon besar yang rubuh menghalangi jalan, ini disimbolkan sebagai pintu keluar/masuk pos 2. Cek poin yang gampang ditemui adalah pertama akan melalui sebuah cepitan lembah yang terasa sempit dan menanjak, lalu akan menemukan tanaman edelweis yang pertama terlihat, lalu akan menemui sebuah batu besar di tengah jalan. Nah di batu besar ini terdapat 2 persimpangan, terkadang apabila malam hari para pendaki bisa saja tersesat memilih jalur yang salah, meski sebenarnya sama saja malah justru lebih pintas menuju puncak. Berikut ulasan kedua jalur yang bercabang itu. JALUR NORMAL Jalur normal adalah memilih arah yang kiri dan menanjak. Dari sini medan mulai terasa agak miring. Medan jalur mulai dipenuhi tanah bercampur bebatuan, hinga akhirnya sampai di pos persimpangan pemancar, ada juga yang menyebutkan pos 3, bisa juga disebut titik pertemuan dari jalur Thekelan dan Cunthel. Di pos ini terdapat sebuah tugu dan mulai dari sini pemandangan ke arah timur mulai terbuka. Ambil jalur yang belok ke sebelah kanan dan kita akan tiba di pos helipad. Dari sini juga terdapat jalur bercabang yang menuju puncak gunung kukus, namun karena jarang dilewati jalur percabangan itu kurang terlihat. Setelah melewati pos halipad maka selanjutnya adalah jembatan setan, sebuah tanjakan terjal yang berisikan banyak bebatuan. Pada jembatan setan memilik 2 cek poin seluas 5x5 meter biasanya digunakan untuk beristirahat sejenak. Setelah melewati cek poin yang kedua maka jalur yang tadinya terpisah kembali bersatu disini. jalur persimpangan pos pemancar menuju pos halipad JALUR KAWAH Jalur kawah adalah jalur yang mengambil arah kanan dan agak menurun dari persimpangan batu besar tadi. Jalur disini adalah menyisir di sebelah kanan gunung kukus. Jalur disini malah justru datar dan landai sekitar 30 menit perjalanan. Jalur ini sebenarnya jalur menuju mata air di dekat kawah merbabu. Jalur ini menyajikan kita pemandangan kawah merbabu dari jarak yang sangat dekat, bau belerang sangat menyengat disini. Setelah melewati kawah maka akan dihadapkan sebuah tanjakan terjal dan menerobos hutan edelweis. Puncak dari tanjakan terjal itu adalah jalur setelah cek poin ke 2 jembatan setan, dan kebali bertemu dengan jalur normal. Jalur kawah ini idealnya dilewati ketika kita menuruni gunung di waktu siang hari, karena akan terlihat indah pemandangan kawah dan hamparan hutan edelweisnya. Jadi ketika berangkat sebaiknya melewati jalur normal. jalur kawah salah satu kawah merbabu Setelah bertemu kembali ke jalur normal maka akan disuguhkan tanjakan ngetrack terakhir menujun persimbangan puncak syarif dan kenteng songo. Apabila ke puncak syarif adalah berbelok ke kiri, hanya butuh waktu 20 menit dari persimpangan ini. Dan apabila ke puncak kenteng songo butuh waktu 45 menit dari persimpangan ini. Geger sapi dan jalanan di puncak merbabu Perjalanan menuju puncak kenteng songo hanyalah perjalanan menyusi puncak merbabu, pemandangan di sisi barat dan timur sudah sangat terbuka lebar, di malam hari bisa disaksikan indahnya jalan tol semarang solo yang menggaris orange di sebelah timur. Disini terdapat sebuah persimpangan yang mengecoh pula, yaitu terdapat 2 pilihan naik ke suatu puncak bukit atau belok kanan menyisir lereng. Apabila memilih naik itu adalah jalan buntu menuju puncak geger sapi. Apabila memilih belok kiri menyisir lereng itu adalah jalan menuju puncak kenteng songo. Sebelum memasuki puncak kenteng songo akan disuguhkan sebuah tantangan memanjat tebing, atau yang disebut ondorante. Tebing tinggi ini cukup menguras tenaga di perjuangan akhir. Namun setelah melewati itu maka sampailah kita di puncak tertinggi gunung merbabu. Keistimewaan jalur ini dibandingkan jalur Selo adalah sensasi ketika di puncak merbabu. Kita akan dikagetkan dengan view merapi yang gagah ketika menapaki puncak kenteng songo. Namun berbeda hal dari jaur selo yang sudah sejak mendaki dari bawah pemandangannya gunung merapi melulu. Menyusuri tebing Selain puncak kenteng songo Gunung Merbabu juga memiliki 2 puncak lainya yang terletak di dekat puncak kenteng songo, yaitu puncak Triangulasi dan puncak sabana barat. Puncak trianggulasi cukup berjalan ke selatan 10 menit dari kenteng songo. Dan puncak sabana barat cukup berjalan 30 menit dari puncak trianggulasi. PUNCAK MERBABU Sunrise di Puncak Syarif Puncak kenteng songo dikala pagi Sunrise puncak Kenteng Songo Menatap merapi di puncak Trianggulasi Puncak Sabana Barat Puncak Trianggulasi memandang merapi diantara ilalang samudra awan di puncak Syarif Negeri di atas awan itu memang ada lautan awan dilihat dari puncak merbabu 17 Agustus 2013, hari kemerdekaan Indonesia
Gunungmerbabu memiliki 4 jalur pendakian yang dibuka untuk umum. Sebelah utara terdapat jalur Thekelan dan Cunthel, Sebelah barat terdapat jalur Wekas, dan Sebelah selatan terdapat jalur Selo. Dalam kesempatan kali ini kita akan mengupas tuntas jalur pendakian via Wekas,kec Pakis, Kab Magelang. Gunung merabu, Dilihat dari gunung Telomoyo
Gunung Merbabu berada di Jawa Tengah dengan ketinggian puncak mdpl, selain puncak Kenteng Songo paling tertinggi Gunung Merbabu di sampingnya juga ada Puncak Triangulasi dengan ketinggian 3169 dan Puncak Syarif dengan ketinggian 3119 mdpl. Nah sahabat, kali ini saya akan mengupas secara detail mengenai jalur Pendakian Gunung Merbabu via Wekas merupakan salah satu jalur Pendakian menuju puncak gunung merbabu yang sangat diminati banyak pendaki. Jalur pendakian Gunung Merbabu via Wekas berada di, Desa Wekas, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Gunung Merbabu kini bisa dibilang tengah beristirahat. Namun walau sudah lama tidak aktif, Gunung Merbabu sebenarnya memiliki lima kawah ada kawah Condrodimuko, Kombang, Kendang, Rebab dan Kawah SambernyowoInformasi Jalur WekasJalur Wekas merupakan jalur paling banyak diminati para pendaki, selain jalur terpendek juga jalur gunung wekas banyak terdapat sumber mata basecamp Gunung Merbabu via Wekas sahabat bisa menempuh dari Jawa barat menggunakan kereta jurusan Jakarta – Semarang. Sesampainya di Semarang sahabat carilah bus yang menuju terminal Solo. Turun Salatiga di perempatan pasar sapi, naiklah angkutan umum arah ke Magelang, Akan tetapi perlu diingat untuk naik angkutan umum usahakan sampai perempatan pasar sapi sebelum sore hari dikarenakan angkutan umum beroperasi dari pagi sampai tetapi jika sahabat dari Jawa Timur bisa naik kereta atau bus dengan jurusan Semarang, dari Semarang sahabat cari bus arah terminal semarang dan turun di Salatiga turun di perempatan pasar sapi, dari perempatan sapi cari angkutan umum arah ke basecamp Wekas. tapi perlu diingat untuk naik angkutan umum usahakan sampai terminal Boyolali sebelum sore hari dikarenakan angkutan umum beroperasi dari pagi sampai Pendakian Gunung Merbabu Via ThekelanBasecamp – Pos 2Jalur Wekas memang tidak memiliki Pos I, dari basecamp, kita akan langsung menuju pos dua, kenapa bisa demikian, menurut informasi yang, jalur menuju pos satu sudah dinonaktifkan dengan alasan karena trek nya terlalu ekstrim untuk itu, pendaki diarahkan melalui jalur lain yang langsung menuju pos dari Basecamp ke pos dua kita akan dihadapkan dengan pemandangan ladang milik warga sekitar dengan trek tidak terlalu menanjak. Lalu kita akan melalui hutan pinus dengan trek yang masih sama, setelah melewati hutan pinus, barulah tanjakan mulai terlihat. Dari basecamp menuju pos dua, kurang lebih menempuh perjalanan selama 150 menit, di Pos dua kita bisa istirahat di daerah yang cukup lapang dan 2 – Pos Tugu PerbatasanJalan dari pos dua, kita lanjutkan perjalanan menuju ke tugu perbatasan antara kab. boyolali dan kab. semarang. Tugu ini juga merupakan jalur pertemuan antara jalur wekas, jalur chuntel dan jalur kopeng/thekelan dan seringkali, di tugu ini kita akan berjumpa dengan pendaki pos dua ke tugu membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit perjalanan. perjalan berupa hutan-hutan dan semak-semak. Untuk bisa sampai ke tugu, cukup ikuti jalur yang sudah ada, karena jalan menuju tugu tidak terlalu banyak Juga Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via SuwantingTugu Perbatasan – Puncak Kenteng SongoKita harus naik turun bukit untuk sampai di puncak kenteng songo. Perjalanan ke puncak kenteng songo adalah perjalanan terindah di gunung ini. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 2 jam perbatasan yang sering di sebut pos helipad. Tempat ini adalah pertemuan jalur thekelan, jalur cunthel dan jalur wekas. Setelah sampai di pos helipad kita harus melewati jembatan setan yang terkenal di gunung merbabu. Jalan yang dilewati membentang di atas belerang putih yang berbau kita akan melihat sebuah kawah kecil di sisi kiri jalan. Beberapa langkah setelahnya kita akan kembali melihat kawah yang lebih besar dan dalam di sisi kanan jalan. Kita dapat mengambil air di kawah tersebut. Kita harus mengikuti jalan menurun ke kawah sekitar 15 menit. Setelah sampai di kawah kita tidak bisa mengambil sembarangan air karena air tersebut adalah air belerang. Kita harus mengambil air dari pipa kecil di sekitar kembali akan menjumpai sebuah pertigaan. Kita harus mengambil jalan yang berbelok ke kiri dan melipir jurang karena jalan yang lurus dan menanjak akan membawa kita ke puncak ondo rante. Setelah melewati puncak ondo rante maka kita dapat melihat puncak kenteng songo yang tampak gagah berdiri. Beberapa menit menjelang puncak jalanan akan sangat terjal dan menantang nyali. Setelah itu kita akan sampai pada kawasan puncak kenteng banyak hal yang bisa kita nikmati ketika mencapai puncak merbabu, yaitu menikmati terbitnya matahari dari atas ketinggian gunung merupakan moment terindah yang wajib kita abadikan prosesnya, menikmati kopi di ketinggian bisa menjadi salah satu teman baik menikmati keindahan alam Gunung Merbabu adalah salah satu pengalaman paling mendebarkan yang pernah ada. Tetapi dengan keahlian dan layanan yang terbaik dari Shelter Jelajah, itu akan menjadi pengalaman yang lebih memuaskan bagi Sobat Jelajah! Kami akan selalu ada untuk Sobat di setiap langkah – mulai dari merencanakan perjalanan hingga menyiapkan peralatan dan mendaki hingga memastikan Sobat aman, nyaman, dan menyenangkan. Yuk bergabung dengan Trip Shelter Jelajah Ke Gunung sahabat itulah adalah ulasan tentang jalur pendakian Gunung Merbabu via Wekas. lengkap dengan informasi transportasi menuju basecamp, estimasi waktu dan review perjalanan. Semoga bermanfaat dan selalu jaga kebersihan ya.
Artinya keempat jalur pendakian Gunung Merbabu tersebut, yakni via Suwanting, Wekas, Selo dan Thekelan akan buka serempak pada 9 Mei 2022 nanti. Syarat dan tiket masuk pendakian Gunung Merbabu Dari sekian banyak gunung di Jawa, Gunung Merbabu jadi favorit saya sejauh ini. Saya sendiri lahir di Semarang, kota yang dikelilingi banyak gunung keren seperti Merapi, Andong, Telomoyo, dan Sindoro. Namun entah mengapa, Merbabu selalu terasa istimewa, rasanya ingin terus kembali. Nah, kali ini saya akan menceritakan pengalaman mendaki Gunung Merbabu via Wekas. Bersama rekan-rekan, ada banyak keseruan yang saya dapatkan sepanjang perjalanan, sebelum kami akhirnya sampai di tujuan. Seperti apa? Yuk, simak bersama. Pendakian Lewat Jalur Favorit Mendaki via Wekas c Maulana Adieb/TravelingyukBersama enam rekan, siang itu saya memulai perjalanan mendaki Merbabu via Wekas. Sebenarnya ada beberapa jalur yang bisa digunakan oleh pendaki, selain Wekas masih ada Cunthel, Thekelan, Gancik, Selo, dan Suwanting. Selo merupakan jalur paling populer, namun kala itu saya lebih memilih Wekas, yang secara pribadi merupakan jalur favorit saya. Kami menuju basecamp Wekas menggunakan sepeda motor. Tepat pukul kami meluncur dari Semarang dan sampai di tujuan sekitar pukul 1230. Usai beristirahat sejenak dan melakukan packing, sekitar pukul kami memulai pendakian. Senja Indah di Pegunungan Senja di tengah perjalanan c Maulana Adieb/TravelingyukTrack dari basecamp ke pos 1 belum terlalu terjal. Kami disuguhkan indahnya panorama sawah milik warga. Dari kejauhan nampak deretan tumbuhan seperti kol, seledri, selada, dan masih banyak lagi. Berjalan di sekitar sini rasanya sangat menyenangkan. Namun demikian, jalur aspal yang cukup terjal membuat nafasku terengah-engah. Di awal-awal pendakian masih terasa sangat adem karena lingkungan sekitar dikelilingi pepohonan. Selang satu jam, kami lantas sampai di Pos 1. Di sini terdapat shelter yang bisa digunakan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pendakian. Perjalanan menuju Pos 2 c Maulana Adieb/TravelingyukPukul 1530, kami bersiap melanjutkan pendakian. Kali ini jalurnya sudah hanya berupa permukaan tanah biasa dan sudah makin terjal. Kami sedikit bergegas karena di Pos 2 rencananya kami bakal mendirikan tenda. Tempatnya sangat ideal karena terdapat mata air di sekitarnya. Kala itu permukaan tanah sedikit berpasir sehingga debu bertebaran setelah diinjak. Kebetulan memang kami melakukan pendakian saat musim kemarau. Cuaca kala itu sangat cerah, sepanjang perjalanan menuju Pos 2 angin tak terlalu kencang. Perlahan, pemandangan indah senja khas pegunungan nampak di depan mata. Pemandangan indah di sekitar Merbabu c Maulana Adieb/TravelingyukSekitar pukul kami sampai di Pos 2. Kakiku sudah mulai pegal. Perjalanan memang memakan waktu cukup lama karena kami sering berhenti untuk istirahat. Namun lantaran hari mulai gelap, kami bergegas mendirikan tenda dan memasak untuk mengisi perut. Sekitar pukul kami bersiap tidur. Tenaga harus dipulihkan karena rencananya pendakian bakal dilanjutkan kembali pukul Indahnya Mentari Pagi Mentari pagi di sekitar Merbabu c Adieb Maulana/TravelingyukSetelah memejamkan mata, tak terasa jam telah menunjukkan pukul Kami langsung bersiap melanjutkan perjalanan ke Pos 3. Jalurnya masih tertutup, namun tampak bukit di sisi samping. Cukup menguras tenaga lantaran permukaan tanah sudah lumayan terjal. Apalagi cuaca kala itu cukup dingin. Langkah demi langkah kami lalui hingga akhirnya sampai di sebuah tempat terbuka. Dengan jelas kami bisa melihat indahnya sabana hijau, gunung Sindoro, Sumbing, dan panorama lain di sekitar Merbabu. Cantiknya mentari fajar melengkapi pemandangan kala itu. Perjalanan Pulang Indahnya panorama dari ketinggian c Maulana Adieb/TravelingyukUsai puas menikmati pemandangan sekitar, saya dan kawan-kawan memutuskan turun ke Pos 2 dan bersiap-siap packing. Kami tak meneruskan perjalanan hingga puncak lantaran badan sudah mulai lemas. Meski demikian, petualangan kami kala itu cukup menyenangkan. Gazebo untuk beristirahat c Maulana Adieb/TravelingyukVegetasi di sekitar Merbabu c Maulana Adieb/TravelingyukPukul kami sudah turun. Tanpa buang waktu, kami lantas memasak makan siang dan mulai melakukan packing. Setelah kembali ke basecamp, kami lantas langsung pulang ke Semarang. Itulah sedikit pengalaman saya mendaki Gunung Merbabu via Wekas. Benar-benar sebuah perjalanan yang menyenangkan. Bagi saya, wisata Semarang ini selalu meninggalkan kenangan yang amat dalam. Bagaimana, Teman Traveler tertarik mengikuti jejak saya? Advertisement Tags kontributor semarang Travelingyuk wisata semarang Jalurpendakian Gunung Merbabu via Wekas Magelang ini kurang lebih akan memakan waktu perjalanan selama 5-6 jam saja. Hal tersebut terlihat dari perjalanan dari Basecamp ke Pos 2 selama 210 menit, dari Pos 2 ke Persimpangan 240 menit, dan persimpangan ke Puncak Syarik selama 35 menit. Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting - Magelang

Jakarta - Gunung Merbabu sering kali menjadi lokasi pendakian pertama kali bagi pendaki. Pesona alamnya sangat indah dan kesan pertama pasti begitu melekat dari gunung gunung Merbabu tidak terlalu berat, tapi tetap harus diperhatikan juga udara dingin, kabut tebal, hutan yang sangat lebat menjadi tantangan kamu mencoba untuk meraih sesuatu dan kamu berhasil, kamu akan merasakan kebanggaan tersendiri. Apalagi mendaki gunung merbabu dan kamu terpukau akan pemandangan dari puncaknya, kamu akan kecanduan untuk mendaki gunung lagi dan lagi. Terdapat beberapa jalur untuk mendaki gunung Merbabu, dan salah satunya yaitu jalur Wekas, yang merupakan jalur pendakian melewati desa kalian akan membayar untuk tiket masuk dan tempat menyewa basecamp untuk persiapan. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam untuk sampai ke pos 1. Jalur yang dilalui untuk ke pos 1 cukup lebar dan jalanan didasari oleh perjalanan, kalian masih dapat bisa melihat tanaman bawang, kubis, wortel, dan tembakau. Setelah memasuki hutan pinus kalian kalian akan menemukan balai yang dibangun oleh penduduk desa, tetap jaga sikap dan kata, karena tempat ini sangat sakral."Lanjutkan perjalanan tetap semangat sebentar lagi sampai pos kedua!" sering kali didengar oleh pemandu atau senior kita saat memberikan semangat, karena jalur yang di tempuh sudah mulai Wekas gunung Merbabu Foto Ardian Aryasena/d'TravelerSesampainya di pos kedua terdapat jalur yang mengikuti aliran pipa air menyusuri tepian jurang yang mengarah ke aliran sungai, menjadikan suatu pemandangan yang sangat luar biasa dengan latar belakang kumpulan puncak-puncak gunung Merbabu. Pos 2 ini cukup populer di kalangan para remaja dan pecinta alam, karena dekat dengan sumber air. Jadi banyak remaja yang suka berkemah di pos kamu sudah merasa tidak kuat lagi, pemandu kamu akan memberikan semangat bahwa di depan setelah ini adalah puncak. Kerap kali kita sudah merasa enggan mendengar kata semangat atau sebentar lagi sampai, karena dari awal perjalanan sudah mendengar kata ujung jalur Wekas, kita bertemu dengan jalur Kopeng atau Thekelan. Di mana kita akan dihadapi dengan rintangan bernama Jembatan Setan. Di sinilah puncak stamina kamu dikuras, namun jika kamu berhasil melewati rintangan tersebut kamu akan merasakan jatuh cinta terhadap alam yang kita miliki! Kamu akan merasa ingin mendaki lagi saat sesampai turun di kalian akan mendaki ke gunung Merbabu lagi, cobalah untuk dapat momen sunrise atau sunset. Tak diragukan lagi, sangat indah!-Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Ardian Aryasena, dan sudah tayang di d'Travelers Stories Simak Video "Viral Tumpukan Sampah di Merbabu, Sampah Para Pendaki Gunung Diperiksa" [GambasVideo 20detik] msl/msl

GunungMerbabu ini membentuk garis deretan gunung berapi ke arah utara Merapi - Merbabu - Telomoyo - Ungaran. JALUR WEKAS Untuk menuju ke Desa Wekas kita harus naik mobil Jurusan Kopeng - Magelang turun di Kaponan, yakni sekitar 9 Km dari Kopeng, tepatnya di depan gapura Desa Wekas.
Gunung Merbabu mempunyai beberapa jalur pendakian yang tersebar di tiga Kabupaten. Magelang, Boyolali, dan Semarang. Nah, salah satu tempat paling diminati para pendaki di Kabupaten Magelang adalah Jalur Wekas. Dimana, tempat ini mempunyai trek yang cukup ramah dan pemandangan yang elok Diantara semua jalur, Wekas merupakan jalur terpendek untuk bisa mecapai Puncak Kenteng Songo yang merupakan puncak tertinggi di Merbabu. Walaupun begitu, untuk bisa mendaki gunung melalui jalur ini. Kamu tetap harus berolahraga terlebih dahulu. Agar, kaki dan seluruh badan tidak terasa pegal-pegal setelah mendaki. Menuju ke Basecamp Wekas Menuju ke Basecamp ini kamu bisa menuju ke Magelang dan turunlah di Pasar Sapi. Setelah itu, kamu bisa naik ojek untuk sampai di titik awal pendakian. Untuk uang simaksinya kamu akan ditarik 10 ribu rupiah saja. Ditambah dengan uang parkir sebesar 5 ribu rupiah. Di Basecamp ini, fasilitas juga sudah cukup banyak. Meliputi colokan listrik, warung, tempat istirahat, kamar mandi. Setelah mengisi data diri rombongan, kamu bisa memulai pendakian menuju ke Puncak Merbabu. Menuju ke Pos 2, dan Pos Tugu Perbatasan Satu hal yang unik di jalur pendakian Wekas adalah tidak adanya pos 1. Jadi, setelah dari basecamp kamu bisa berjalan langsung menuju ke Pos 2. Sebenarnya bukan tidak ada pos 1, tetapi pos ini dinonaktifkan. Karena, untuk bisa menuju ke pos ini, kamu harus mendaki jalur yang sangat ekstrim. Sumber Gambar Google Maps Fauziyah Nur Aini Jadi, pihak pengelola mencoba mencari jalur baru yang langsung menuju ke Pos 2. Dengan jalur yang lebih ramah. Jalur yang harus kamu lalui adalah ladang warga. Setelah 30 menit, barulah kamu masuk ke hutan dengan pemandangan pohon pinus yang mengesankan. Nah, menuju ke Pos 2 sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam 15 menit. Waktu yang cukup lama karena, jalurnya memutar. Di pos 2, kamu bisa melihat area yang cukup luas. Kamu bisa mendirikan tenda disini. sekedar menikmati camilan dan air minum. Setelah pos 2, kamu akan tiba di pos tugu perbatasan. Waktu yang cukup singkat bukan. Dimana, pos ini merupakan perbatasan antara Kabupaten Boyolali dengan Semarang. Sumber Gambar Google Maps Arya the Sneakerhead Pirate Di pos ini pula kamu akan bertemu dengan para pendaki yang memilih jalur pendakian via Thekelan dan Cunthel menuju ke pos ini membutuhkan waktu 75 menit saja. Jalurnya berupa hutan dan semak-semak. Tidak ada percabangan jalan. Jadi, kamu tinggal berjalan lurus saja. Maka, kamu akan tiba di pos ini. Puncak Sumber Gambar Google Maps Rifdy Febrian Dari Pos tugu ini kamu bisa menuju ke arah puncak. Tetapi, sebelumnya kamu harus melewati pos helipad dan juga kawah mati. Setelah itu baru kamu akan menemukan pertigaan. Kamu bisa memilih mau ke puncak syarif atau ke Puncak Ondo Rabte. Kalau mau pergi ke Puncak Kenteng Songo. Pilihlah jalur menuju ke Ondo Rabte terlebih dahulu. Baru, kamu bisa melewati jurang setan yang juga melewati sebuah kawah dengan sebuah tali yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Menuju ke puncak melalui Wekas kamu tidak akan menemukan sumber mata air sedikit pun. jadi, diharapkan kamu membawa sendiri minuman dari bawah. Sesampianya di Kenteng Songo, kamu bisa menemukan sebuah tugu dan juga area yang cukup luas. Kamu juga bisa lho memilih area ini sebagai tempat camp kamu. Puncak selanjutnya adalah Trianggulasi yang hanya berjarak 30 menit saja. Turun sebentar lalu berjalan lurus dan menanjak menuju ke trianggulasi. Menarik sekali bukan jalur via Wekas yang bisa membawamu ke hampir semua Puncak Merbabu. Kesimpulan Gunung Merbabu via Wekas menjadi perjalanan yang mengesankan. Tidak ada sumber mata air yang bisa kamu temukan. Tetapi. waktu tempuh yang relatif singkat. Pesonanya memang memukau setiap pendaki yang berkunjung ke sini. Jangan lupa, untuk berhati-hati saat mendaki Merbabu. GUnung ini terkenal memiliki badai yang dahsyat. Bahkan kekuatan Badainya lebih mengerikan lho. Usahakan untuk memilih tempat yang benar-benar nyaman untuk camping. Selain itu, kawasan ini lebih sering terdapat kabut. Jadi, panorama matahari terbit adalah sebuah keberuntungan yang akan kamu dapatkan bila bisa menyaksikan keindahannya.
Exploregunung- Jalur pendakian gunung merbabu via suwanting memang jarang didengar oleh para pendaki, ya karena jalur pernah ditutup dan dibuka kembali oleh warga dan pendakian jalur ini belum lama dibuka pada bulan Maret tahun 2015 ini Sumber air: Ada di jalur Wekas (Pos 2) Flora: Pinus merkusii, Puspa, Akasia, Soro, Cemara gunung

Kami yakin kamu tidak ingin ketinggalan informasi mengenai jalur pendakian terbaru di Gunung Merbabu, bukan? Kami punya kabar baik! Dalam artikel ini, kami akan membahas 5 jalur pendakian resmi terbaru di Gunung Merbabu yang wajib kamu coba di tahun 2023. Nikmati panorama alam yang indah dan rasakan sensasi baru dalam of ContentsSekilas tentang gunung Merbabu5 jalur pendakian gunung Merbabu1. Jalur pendakian gunung Merbabu via Selo2. Jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting3. Jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas4. Jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel5. Jalur pendakian gunung Merbabu via ThekelanTempat fenomenal di gunung Merbabu Sekilas tentang gunung Merbabu Foto gunung Merbabu dari gunung Merapi. Gunung Merbabu merupakan gunung berapi tipe stratovolcano yang sudah tidak aktif sejak tahun 1797. Secara geografis, letak gunung Merbabu berada di 3 wilayah administratif, provinsi Jawa Tengah, yaitu Kaki gunung bagian barat masuk dalam wilayah kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kaki gunung bagian timur dan selatan masuk dalam wilayah kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kaki gunung bagian utara masuk dalam wilayah kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Secara ketinggian, gunung Merbabu m merupakan gunung tertinggi di Jawa nomor 8. Dalam urutan ranking, ketinggian gunung Merbabu di bawah gunung Welirang m dan di atas gunung Sindoro m. Untuk informasi lebih lengkap, silakan simak tabel data gunung Merbabu di bawah iniNama gunungGunung puncak di gunung MerbabuPuncak Kenteng Songo, Puncak Triangulasi, Puncak Syarif,Peringkat gunungGunung tertinggi ke-8 di pulau Tengah, Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang, Jawa terakhirGunung Merbabu merupakan gunung api yang sedang istirahat/tidak aktif. Terakhir meletus pada tahun pendakian termudahJalur pendakian gunung Merbabu via SeloJalur pendakian tercepatJalur pendakian gunung Merbabu via pendakian terpanjangJalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting. Bagi yang belum tahu, saat ini gunung Merbabu telah terdaftar sebagai salah satu taman nasional di Indonesia. Perubahan alih fungsi dari kawasan hutan menjadi Taman Nasional Gunung Merbabu TNGMb tertuang dalam keputusan menteri kehutanan. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 135/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004 merumuskan tentang perubahan fungsi Kawasan Hutan Lindung dan Taman Wisata Alam pada Kelompok Hutan Gunung Merbabu seluas ± hektar menjadi Taman Nasional Gunung Merbabu. Dasar penunjukan kawasan TNGMb adalah sebagai sumber mata air bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Sebagai habitat flora fauna yang dilindungi. Dan memiliki potensi wisata alam serta budaya yang menarik. Perubahan fungsi kawasan membuat cara pengelolaan kawasan gunung Merbabu berubah, di antaranya Pengelolaan jalur pendakian semakin baik. Fasilitas basecamp semakin bagus. Sistem registrasi sistematis dan bisa diakses secara online. Penambahan alat pengaman berupa gelang RFID bagi para pendaki. Memiliki tim SAR, relawan dan pengelola taman nasional yang kompak dan solid. Pokoknya, setelah menjadi Taman Nasional Gunung Merbabu, kini mendaki ke gunung Merbabu jadi lebih nyaman. Dengan begitu, kamu bisa menikmati pesona alam gunung Merbabu dengan maksimal. Beberapa pesona alam di gunung Merbabu yang bisa kamu dapat saat mendaki gunung Merbabu Pemandangan sunrise dan sunset dari puncak gunung Merbabu yang cantik. Pemandangan rasi bintang yang indah saat ngecamp di sabana 2 gunung Merbabu. Pesona samudra di atas awan yang menakjubkan dengan awan yang bergulung-gulung. Udara gunung yang sejuk, bersih dan menyegarkan. Hamparan perkebunan, hutan, perbukitan, sabana dan puncak yang hijau. Pesona gunung Merapi yang terlihat menakjubkan dari puncak Merbabu. Pesona kaki gunung Merbabu yang elok saat dilihat dari puncak Merbabu. Istimewa, bukan? Itulah pesona alam yang akan kamu dapat jika mendaki gunung Merbabu. Selain pesona alam di kawasan puncak gunung, gunung Merbabu juga menyimpan potensi tempat wisata yang menarik, di antaranya Ketep Pass. Wisata Alam Grenden. Top Selfie Pinusan Kragilan. Agrowisata Stroberi Banyuroto. Taman Wisata Kopeng. Kopeng Treetop Adventure Park. Gunung Telomoyo. Bukit Gancik. New Selo. Candi Lawang. Wahana wisata alam di lereng gunung Merbabu tersebut sangat cocok untuk bertamasya bersama teman, keluarga atau pasangan. Suasanya tempat wisata alamnya sangat sejuk, indah dan asri. Di beberapa lokasi wisata alam juga tersedia spot camping. Jadi, kalau kamu sedang malas mendaki, kamu bisa berkemah dan bersantai di sana. Pada awal artikel, kami telah menjelaskan secara singkat tentang seluk beluk gunung Merbabu. Mulai dari kondisi alam, pesona alam dan karakteristik gunung. Anggap saja itu pengetahuan umum bagi para pendaki yang ingin mendaki gunung Merbabu. Mulai dari sini, kami akan menjelaskan secara lebih mendalam tentang jalur pendakian resmi Gunung 5 jalur pendakian Gunung Merbabu Jalur pendakian gunung Merbabu via Selo Boyolali Jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting Magelang Jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas Magelang Jalur pendakian gunung Merbabu via Cunthel Semarang Jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan Semarang Catatan Selain kelima jalur pendakian tersebut, ada jalur pendakian gunung Merbabu via Gancik, Genikan, Timboa dan Grenden. Akan tetapi, keempat jalur pendakian tersebut belum terdaftar secara resmi menjadi jalur pendakian untuk umum. Jadi, kami tidak mengulasnya. Ulasan selanjutnya adalah pembahasan jalur pendakian gunung Merbabu berdasarkan gerbang masuknya. Semakin tertarik? Yuk, lanjut baca. 1. Jalur pendakian gunung Merbabu via Selo Gerbang jalur pendakian gunung merbabu Via Selo. Jalur pendakian gunung Merbabu via Selo merupakan jalur pendakian paling popular di gunung Merbabu. Lokasi basecamp Selo berada di desa Genting Tarubatang, Dusun I, Suroteleng, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dari pasar Selo, masih naik ke atas lagi untuk sampai ke basecamp. Kenapa jalur pendakian gunung Merbabu via Selo sangat di minati pendaki? Pertama, jalur pendakiannya landai dan cenderung mudah. Artinya, gunung Merbabu ramah untuk pendaki pemula. Kedua, pemandangan alam dari jalur Selo sangat indah. Pendaki bisa melihat perkebunan penduduk, hutan perhutani, hutan konservasi, sabana yang sangat luas dan puncak yang menawan. Ketiga, pendaki bisa ngecamp di Sabana 2 yang terkenal indah dan memesona. Pendaki yang ngecamp di Sabana 2 dapat melihatpemandangan Sunset yang sangat cantik. Pemandangan rasi bintang di malam hari yang sangat indah bak berlian di angkasa. Keempat, pendaki bisa melihat gunung Merapi yang sangat megah dengan sangat jelas. Kelima, fasilitas dari pihak pengelola sudah memadai. Basecamp bersih, ada RFID untuk mendeteksi keberadaan pendaki di gunung, jalur pendakian selalu dibersihkan 3 kali dalam setahun. Kelima kelebihan itulah yang menjadikan jalur Selo banyak dikunjungi tertarik untuk mendaki gunung Merbabu via Selo? Yuk, mulai cari tahu lebih mendetail lagi. Spesial untuk kamu, kami akan menyediakan rangkuman informasi penting bagi pendaki yang ingin mendaki gunung Merbabu via Selo. Berikut tabel informasi pendakian gunung Merbabu via Selo Lokasi basecampDesa Genting Tarubatang, Dusun I, Suroteleng, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah telepon basecamp Selo0276 menuju basecampOjek, angkot, bus, hingga motor registrasi per basecamp sampai puncak5,75 pos lama waktu pendakian ideal2-3 sumber airTidak terakhir sebelum puncakPos ngecampSabana 1, Sabana 2. Sekarang, mulai ada gambaran jelas tentang jalur pendakian Merbabu via Selo? Makin paham kan ya?Nah, biar kamu lebih paham, kami berikan peta jalur pendakian via Selo, khusus untuk kamu. Simak baik-baik peta jalur pendakian gunung Merbabu via Selo di bawah ini Peta jalur pendakian gunung Merbabu via Selo. Dari peta tersebut, kamu akan memiliki gambaran besar tentang jalur pendakian via Selo. Biar pengetahuan kamu makin lengkap tentang medan pendakian, kami buatkan juga rangkuman medan pendakian dan estimasi waktu pendakian dari peta di atas. Simak rangkuman pendakian gunung Merbabu via Selo melalui tabel di bawah ini Jalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhKondisi Medan PendakianBasecamp – pos 11,8 km1 jam 30 menitJalur pendakian berupa jalanan setapak dan masih tergolong landai. Pemandangan kiri-kanan jalan semak dan pohon besar. Pendaki akan melewati pos bayangan yang bernama Watu Celeng. Dan berakhir di pos 1 Dok 1 – pos 21,2 km1 jam 20 menitJalan sudah mulai menanjak dengan jalur tangga buatan ada yang di cangkul ada yang dibuat pakai karung yang ditata bertingkat. Pada PAL HM 23, pendaki akan sampai ke area terbuka bernama Simpang Macan pos bayangan. dan pada PAL HM 26, pendaki akan sampai ke pos 2 2 – pos 3550 m30 menitMulai dari pos 2, ada dua jalur yaitu, jalur lama dan jalur baru. Jalur lama sudah tidak dipakai karena jalurnya rusak parah. Tanah di jalur lama tergerus sampai 3,5 m akibat aliran air pasca hujan lebat setelah gunung Merbabu kebakaran. Dilarang naik/turun melalui jalur lama, karena jalurnya sangat ekstrim dan rawan longsor. Sebagai alternatif, pihak pengelola membuat jalur baru yang lebih aman. Jalur baru memutari punggung bukit sebelah kiri. Memang sedikit lebih jauh, tapi lebih landai dan lebih aman dari pada jalur lama. Jalur lama dan jalur baru nanti akan berujung di area yang sama yaitu, pos 3 Watu Tulis. Pos 3 Gunung Merbabu via Selo ini juga menjadi tempat camping di Boyolali bagi para campers yang mager muncak. Kalau hanya untuk camping, di sini tempatnya nyaman dan kalau mau ke Sabana Merbabu 3 – pos 4500 m1 jamDari pos 3 ke pos 4 Sabana 1, pendaki akan menaiki tanjakan yang cukup terjal dengan jalur terbuka. Kanan kiri jalur berupa rumput setinggi betis. Setelah berjalan selama 1 jam, pendaki akan bertemu area Sabana 1 Manisrejo. Menurut keterangan dari pihak pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu, di area Sabana 1 sudah dipasang Mata Sidaring CCTV TNGMb. Jadi, kalau mau pup atau kencing di area Sabana 1, cari di area yang agak tertutup ya. Hehe. Pos 4 – pos 5650 m30 menitDari Sabana 1 ke Sabana 2, jalur pendakian tidak begitu terjal. Area pos 5 Sabana 2 cocok untuk ngecamp. Ada hutan Cantigi yang bisa melindungi tenda pendaki dari angin dingin. Dan area camping di Sabana 2 sangat luas. Jadi, kamu pasti dapat tempat camping di sini. Hal yang paling disukai para pendaki di Sabana 2 adalah spot untuk melihat rasi bintang, sunrise, sunset, taman Edelweis dan sabana Bubat Jaran. Untuk melihat sunrise dan sunset terbaik di gunung Merbabu, kamu harus mendaki bukit di area Sabana 2. Dengan mendaki bukit, kamu akan mendapatkan pemandangan dengan cakrawala yang lebih luas. Cantik banget deh, cobain aja!Pos 5 – Puncak Merbabu km2 jamMulai dari Sabana 2, jalur pendakian akan terus menanjak sampai ke puncak. Nanti kamu akan bertemu percabangan ke puncak. Itu adalah percabangan jalur lama dan jalur baru. Jalur lama memiliki medan yang lebih ekstrem karena banyak terbentuk aliran air baru pasca gunung Merbabu kebakaran. Sehingga, pengelola TNGMb menyarankan pendaki untuk memakai jalur baru dengan memilih jalur ke arah kiri. Jalur lebih aman dan tidak banyak lubang aliran air. Sebelum sampai puncak, kamu akan bertemu percabangan sekali lagi. Kalau ke arah kiri menuju puncak Triangulasi. Dan kalau ambil ke arah kanan akan menuju puncak Kenteng Songo. Ambil ke kiri aja, untuk menuju puncak sejati gunung Merbabu terlebih dahulu. baru ke puncak Kenteng Songo dan puncak Syarif. Jarak total yang akan kamu tempuh dari Basecamp pendakian Selo sampai puncak gunung Merbabu adalah 5,37 km. Dengan kondisi fisik bugar, kamu dapat mencapai puncak dalam waktu 6 jam 50 menit. Namun, untuk pendaki pemula, biasanya butuh waktu 8-10 jam. Jadi, jangan memaksakan diri tambahan, untuk tempat ngecamp, kami merekomendasikan 2 tempat, yaitu Pertama, area pos 4 Sabana 1. Area Sabana 1 memiliki tempat yang lumayan luas dan datar. Area ini aman dari angin dan badai. Jarak dari Sabana 1 ke puncak juga cukup dekat, iatu 1,7 km. Secara normal, kalau pendaki summit attack dari Sabana 1, pendaki hanya butuh waktu 3 jam. Idealnya, kalau mau ngejar sunrise, kamu mulai summit attack jam pagi. Naik dengan kecepatan penuh sampai Sabana 2. Di sana, kamu segera mendaki bukit sisi kanan untuk mencari spot sunrise terbaik di Sabana 2. Setelah selesai menikmati sunrise dan sarapan pagi, baru lanjut summit attack ke puncak Triangulasi. Kalau sudah sampai puncak baru eksplorasi ke puncak Kenteng Songo dan puncak Syarif. Menurut kami, Sabana 1 adalah spot ngecamp terbaik untuk pendaki pemula yang mendaki waktu week end 2 hari satu malam. Kedua, area pos 5 Sabana 2. Kami sangat merekomendasikan Sabana 2 buat semua pendaki Merbabu via Selo. Memang lebih berat, karena kamu harus mendaki sampai pos 5, tapi ngecamp di sini sangat asyik. Area camp luas, pemandangan sabana hijau membentang, di malam hari kamu dapat melihat rasi bintang gemerlapan bagai berlian di angkasa. Keren banget. Terlebih, area ini ada bukit yang cukup landai yang bisa kamu pakai untuk menikmati sunrise dan sunset di gunung Merbabu. Menurut kami, Sabana 2 adalah spot ngecamp terbaik bagi pendaki yang mendaki dengan durasi 3 hari dua malam di gunung Merbabu via Selo. Saat mendaki Merbabu, jangan buru-buru turun. Banyak pesona alam yang menakjubkan di Merbabu. Ada tiga puncak legendaris, yaitu puncak Trianggularsih, puncak Kenteng Songo, puncak Syarif. Ada Sabana 2 yang hijau, luas dan menakjubkan. Ada sunset, sunrise dan pesona bintang di malam hari yang istimewa. Jadi, jangan tergesa-gesa pulang ya. Hehe. Informasi penting dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu TNGBm jalur Selo 1. Pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan simaksi Taman Nasional Gunung Merbabu, di antaranya 1. Kartu vaksin 2. KTP, 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Menyerahkan bukti registrasi pendakian via online untuk keperluan registrasi ulang. 5. Membayar biaya registrasi sebesar untuk hari biasa. Dan per hari per orang untuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur. Ada tambahan biaya asuransi per orang. 2. Pendaki dilarang membawa tisu basah, speaker, music box, narkotika, miras, senjata tajam yang panjangnya lebih dari 15 cm, dan senjata api. Tambahan bagi yang terbukti membawa tisu basah akan dikenakan denda 100 trashbag per orang. 3. Pendaki dilarang membuang sampah sembarangan. Ada pengecekan sampah pendaki sebelum mendaki dan sesudah pendakian. 4. Regu pendakian minimal 3 orang. Jika pendaki memerlukan pertolongan, salah satu regu pendaki wajib datang ke basecamp. Jika hanya nitip pesan ke pendaki lain, tidak akan dilayani. Jadi, harus ada tim pendakian yang lapor untuk menjelaskan kronologi musibah yang menimpa regu pendakiannya. 5. Pada musim hujan, pendaki dilarang ngecamp di pos 3. Karena area camp pos 3 banjir saat curah hujan tinggi. 6. Ketua rombongan akan diberikan gelang RFID oleh petugas Taman Nasional Gunung Merbabu. Gelang RFID berfungsi sebagai alat untuk memantau posisi terakhir tim pendakian. Jadi, jika terjadi musibah di gunung, tim SAR akan dengan mudah menemukan lokasi korban dan melakukan penyelamatan. Gelang RFID jangan sampai hilang dan wajib dikembalikan. Jika hilang, rombongan pendakian harus memberikan uang ganti sebesar 7. Pihak pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu memberikan PAL HM per 100 m dan PAL Bantu di setiap persimpangan yang dilengkapi stiker Scotch Light. Alat tersebut berfungsi sebagai petunjuk arah dan pemberi informasi kepada pendaki. Dan pada saat pendakian di malam hari, scotch light akan bercahaya saat terkena senter pendaki. Silakan dipakai dengan bijak dan tolong jangan dicoret-coret. Dan jangan ditempeli stiker. 2. Jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting Gerbang jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting. Jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting adalah jalur pendakian dari arah barat gunung Merbabu. Pintu masuk jalur Suwanting berada di kabupaten Magelang. Lokasi basecamp Suwanting berada di Jl. Suwanting, Suwanting, Banyuroto, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah. Karena pintu masuk jalur pendakian Suwanting berada di bagian barat gunung Merbabu, maka jalur pendakiannya sangat terjal. Karena bagian barat gunung Merbabu berisi deretan bukit yang sangat tinggi dan curam. Beberapa pendaki bahkan menjuluki jalur Suwanting sebagai jalur Merbabu yang nggak ada bonusnya. Dan nggak cocok untuk pendaki pemula. Karena pendaki akan full nanjak sampai puncak. Pokoke, keras lur! Kudu siap dengkul sing kuat, mben ra gemeteran sikile. jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting terkenal berat dan penuh tanjakan? Pertama, jalur pendakian Suwanting berada di bagian barat gunung Merbabu. Di mana, area sebelah barat gunung Merbabu tidak ada bukit atau lembah yang landai. Semua tinggi, dan curam. Kemiringan rata-rata tanjakan di jalur Suwanting adalah 30,8 derajat. Pada beberapa medan pendakian, ada tanjakan yang kemiringannya sampai 59,1 derajat. Artinya, pendaki harus siap nanjak mulai dari basecamp sampai ke puncak. Kedua, jalur pendakian Suwanting terkenal dengan angin dinginnya. Suhu udara di area ngecamp sekitar 3-8 derajat Celsius di malam hari. Artinya, pendaki butuh tenda anti angin agar tetap hangat selama bermalam di area pos 3. Ketiga, jarak pendakian dari basecamp ke puncak Triangulasi gunung Merbabu sekitar 6,45 km. Artinya, jalur Suwanting jauh lebih berat daripada jalur Selo 5,75 Km. Belum lagi jalur pendakian Suwanting penuh tanjakan sejak awal pendakian. Mantap deh pokoknya! Biarpun terkenal berat dan penuh tantangan, jalur Suwanting punya daya tarik yang tidak kalah memukau, di antaranya Pendaki bisa melihat pemandangan alam gunung Merbabu dari sisi barat. Pendaki dapat melihat matahari terbenam dengan panorama gunung Merapi yang sedang erupsi. Pendaki bisa melihat kawah Candradimuka gunung Merbabu dari jalur pendakian. Tapi, pendaki tidak bisa turun ke kawah Merbabu dari jalur Suwanting. Kalau mau ke kawah Merbabu, pendaki harus mendaki melalui jalur Wekas, Cunthel atau Thekelan. Pendaki dapat spot sunrise dan sunset dengan panorama yang indah di puncak Suwanting. Pendaki akan mendapatkan pemandangan sabana gunung Merbabu yang beda dari jalur lainnya. Unik dan cantik. Mulai penasaran? Ingin mencoba mendaki gunung Merbabu via Suwanting? Boleh, tapi yuk, lanjut baca dulu. Karena kami ada informasi menarik lainnya terkait jalur Suwanting. Spesial untuk kamu, kami akan membagikan informasi penting terkait lokasi basecamp Suwanting, biaya registrasi pendakian hingga rekomendasi tempat ngecamp. Berikut tabel informasi penting terkait pendakian gunung Merbabu via SuwantingLokasi basecampJl. Suwanting, Suwanting, Banyuroto, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah telepon basecamp menuju basecampOjek, angkot, bus, hingga motor registrasi pendakianSenin-Jum’at Minggu dan Hari Libur Nasional basecamp sampai puncak Triangulasi6,45 pos lama waktu pendakian ideal2-3 sumber airAda. Sumber mata air ada di HM 34 area sebelum pos terakhir sebelum puncakPos ngecampPos 3. Sekarang, mulai ada gambaran jelas tentang jalur pendakian Merbabu via Suwanting? Bagus. Biar kamu lebih jelas, kami berikan juga peta jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting. Simak gambar peta jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting di bawah ini Peta jalur pendakian gunung Merbabu Via Suwanting. Dari peta di atas, kamu seharusnya memiliki gambaran besar tentang jalur pendakian via Suwanting. Biar pengetahuan kamu makin lengkap tentang medan pendakian, kami buatkan juga rangkuman medan pendakian dan estimasi waktu pendakian melaui jalur Suwanting. Simak rangkuman pendakian gunung Merbabu via Suwanting melalui tabel di bawah iniJalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhKondisi Medan PendakianBasecamp – pos 11,1 km30 menitDari basecamp sampai ke pintu masuk hutan, kamu akan melewati jalanan cor perkebunan warga sekitar. Di sana kamu akan melihat gerbang pendakian Suwanting yang keren. Nah, mulai gerbang pendakian Suwanting, kamu akan menyusuri jalan setapak kawasan hutan yang mulai menanjak sampai pos 1 Lembah 1 – pos 22,1 km3 jamSetelah dari pos 1, pendaki akan menyusuri jalan setapak yang menanjak terus sampai pos 2. Pendaki akan melewati beberapa area datar yang nyaman untuk beristirahat sejenak, di antaranya Lembah Gosong, Lembah Cemoro, Lembah Ngrijan, Lembah Mitoh, Pos 2 Bendera. Di sepanjang jalur pendakian kamu akan melihat semak belukar yang rimbun dan pohon patah. Karena konon katanya, pohon-pohon di pos 1 hingga pos 2 banyak yang roboh karena angin puting 2 – pos km3 jamSetelah pos 2 kamu akan memasuki kawasan Lembah Mandingan. Dari pintu lembah Manding, sebaiknya pendaki ambil jalur kanan jalur baru karena jalur lurus jalur lama sangat curam, rusak dan berbahaya. Di jalur lembah Manding, jalanan terus nanjak. Kiri-kanan jalur setapak dipenuhi dengan semak belukar dan tanaman melanding petai China. Jika kamu mulai lelah, kamu bisa beristirahat di area HM 29. Jika masih kuat naik sedikit lagi agar sampai pos Air di HM 34 atau tuntaskan sampai ke HM 36 pos 3 Dempo Awang. Sebaiknya, pendaki ngecamp di pos 3 Dempo Awang dan melakukan summit attack besok 3 – Puncak Suwanting750 jamMulai dari pos 3, jalur pendakian mulai terbuka. Tapi, jalanan tetap menanjak. Pendaki akan melewati sabana 1, dan sabana 2 yang indah. Kamu dapat melihat retakan di puncak gunung merapi dengan jelas dari sabana Suwanting. Jika cuaca cerah, kamu juga dapat menikmati keindahan pemandangan gunung Sindoro dan gunung Sumbing yang seolah mengapung di atas Suwanting – Puncak Triangulasi800 m40 puncak Suwanting, kamu bisa mendapatkan pemandangan yang luar biasa megah. Lautan awan, cakrawala yang indah. Pesona puncak Merapi, puncak Sindoro dan Sumbing. Jika cuaca cerah, pemandangan dari puncak Suwanting indah banget. Setelah puas berfoto dan menikmati keindahan puncak Suwanting, kamu harus menaiki satu bukit lagi untuk sampai ke puncak Triangulasi puncak tertinggi gunung Merbabu. Jarak total pendaki yang kamu tempuh dari Basecamp pendakian Suwanting sampai puncak Triangulasi gunung Merbabu adalah 6,45 km. Dengan kondisi fisik bugar, kamu dapat mencapai puncak Triangulasi dalam waktu 8 jam 40 menit. Namun, untuk pendaki pemula, biasanya butuh waktu 10-12 jam. Jadi, memang medan pendakiannya bukan untuk pemula. Hehe. Sedikit tambahan, saat kamu mendaki melalui jalur Suwanting, kami hanya bisa merekomendasikan satu tempat ngecamp, yaitu pos 3 Dempo Awang. Karena hanya pos 3 yang paling layak untuk ngecamp. Ada 3 alasan kenapa pendaki sebaiknya ngecamp di pos 3 saat mendaki melalui jalur Suwanting Pertama, dekat dengan pos Air. Jadi, pendaki yang kehabisan air bisa mengambil air dengan mudah. Kedua, jarak dari pos 3 ke puncak Suwanting sangat dekat yaitu 750 m. Artinya, kalau kamu ingin mendapatkan spot sunrise dan sunset terbaik di jalur Suwanting, kamu tinggal naik dikit ke puncak Suwanting. Jikalau pendaki mau langsung summit attack ke puncak Triangulasi gunung Merbabu, jaraknya juga lumayan dekat, yaitu 1,55 km. Kamu hanya perlu mendaki 2 bukit. Ketiga, area camping luas, lapang dan ngaman. Jadi, muat untuk banyak tenda pendaki. Saat mendaki gunung Merbabu via Suwanting, naik gunung vs turun gunung perbedaannya sangat besar sekali. Naiknya lama banget karena full nanjak. Dan turunnya bakal cepet banget karena turunan terus sampai basecamp. Biarpun nantinya turun gunung via Suwanting lebih cepat, tapi kamu tetap harus kamu ingin mengeksplorasi gunung Merbabu via Suwanting, kami merekomendasikan untuk melakukan perjalanan 3 hari 2 malam. Jangan buru-buru pulang. Kamu bisa mengeksplorasi ketiga puncak legendaris gunung Merbabu. Menikmati sunset dan sunrise di puncak Suwanting. Melihat kawah belerang candradimuka gunung Merbabu dari kejauhan. Dan menikmati miliaran bintang di langit dari pos 3 Suwanting. Keren banget dah pokoknya. Suwanting keren abis! Informasi penting dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu TNGBm jalur Suwanting 1. Pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan simaksi Taman Nasional Gunung Merbabu via Suwanting, di antaranya 1. Kartu tanda vaksin 2. KTP, 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Menyerahkan bukti registrasi pendakian via online untuk keperluan registrasi ulang. 5. Membayar biaya registrasi sebesar untuk hari biasa. Dan per orang untuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur. 2. Pendaki dilarang membawa tisu basah. 3. Pendaki harus menyerahkan sampah pasca pendakian ke petugas basecamp Suwanting untuk mengambil KTP yang dititipkan ke petugas registrasi pendakian. 4. Pihak pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu memberikan PAL HM per 100 m dan PAL Bantu di setiap persimpangan yang dilengkapi stiker Scotch Light. Alat tersebut berfungsi sebagai petunjuk arah dan pemberi informasi kepada pendaki. Dan pada saat pendakian di malam hari, scotch light akan bercahaya saat terkena senter pendaki. Silakan dipakai dengan bijak dan tolong jangan dicoret-coret. Baca terus Jalur Pendakian Resmi Gunung Semeru Update 2022 » 3. Jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas Gerbang jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas. Jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas merupakan jalur pendakian dari sisi barat gunung Merbabu. Gerbang pendakian jalur Wekas berada desa Wekas, Magelang. Lokasi basecamp Wekas berada di Area Sawah/Kebun, Kaponan, Pakis, Magelang, Jawa Tengah. Dulu basecamp pendakian berada di bawah. Semenjak jalanan perkampungan mulai di cor, basecamp Wekas di pindah ke atas. Tujuannya agar jarak pendakian lebih pendek sehingga ramah untuk pendaki jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas sangat di minati pendaki? Pertama, jalur Wekas merupakan jalur tercepat untuk mencapai puncak gunung Merbabu. Jarak tempuh dari basecamp wekas hingga puncak Triangulasi adalah 5,6 km. Dengan medan pendakian medium-hard jalur Wekas tidak terlalu berat bagi pendaki pemula. Kedua, terdapat sumber air di area pos 2 sehingga pendaki tidak perlu takut kehabisan air untuk minum. Di area pos 2 juga terdapat bangunan shelter untuk berteduh pendaki saat hujan lebat. Ketiga, jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas sudah dilengkapi petunjuk arah berupa PAL HM per 100 m dan PAL Bantu di setiap percabangan jalan. Pada setiap PAL terdapat lapisan scotch light yang akan menyala saat terkena senter di malam hari. Dengan demikian, pendaki akan menemukan jalur pendakian dengan mudah saat jalan siang maupun malam. Keempat, pendaki bisa melihat kawah Candradimuka gunung Merbabu dengan sangat jelas. Saking dekatnya dengan kawah Merbabu pendaki bisa mencium bau belerang saat angin mengarah ke jalur pendakian. Bagi pendaki yang ingin turun ke kawah Merbabu, jalannya sedikit curam dan rusak. Jadi, tolong ekstra hati-hati. Kelima, pemandangan alam mulai dari pos 2 hingga puncak gunung Merbabu sangat memukau. Pemandangan sunsetnya keren, hijau perbukitan yang tersapu kabut sangat indah dan udaranya sangat sejuk. Istimewa banget deh! Kamu harus coba sendiri. Kelima kelebihan itulah yang menjadikan jalur Wekas banyak dikunjungi pendaki. Bahkan pada week end, banyak remaja yang camping di area pos 2. Ya, sekedar melepas rindu dengan keindahan gunung Merbabu. Jadi, jangan heran kalau nantinya banyak pendaki yang tidak ke puncak. Karena ngecamp di pos 2 Wekas sudah nyaman banget. Hehe. Mulai tergugah jiwa pendaki di dalam hatimu? Yuk, mulai atur tanggal buat mendaki gunung Merbabu via Wekas. Hehe. Khusus untuk kamu yang bersungguh-sungguh ingin mencoba jalur Wekas, kami akan membagikan rangkuman informasi penting. Berikut tabel informasi penting terkait jalur pendakian gunung Merbabu via WekasLokasi basecampArea Sawah/Kebun, Kaponan, Pakis, Magelang, Central Java telepon basecamp menuju basecampOjek, angkot, bus, hingga motor registrasi basecamp sampai puncak5,6 pos lama waktu pendakian ideal2-3 sumber airAda. Sumber air ada di pos terakhir sebelum puncakPos ngecampPos 2, Pos 3. Biar kamu makin jelas dalam mengenal jalur Wekas, kami akan berikan detail medan pendakian khusus untuk kamu. Simak baik-baik peta jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas di bawah ini Peta jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas. Dari informasi penting jalur Wekas dan peta di atas, kamu seharusnya semakin punya gambaran jelas tentang jalur Wekas. Tapi, gambaran itu belum lengkap. Biar pengetahuan kamu makin lengkap tentang medan pendakian, kami buatkan juga rangkuman estimasi pendakian via Wekas. Berikut tabel jarak dan waktu tempuh pendakian gunung Merbabu via WekasJalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhKondisi Medan PendakianBasecamp – pos 11,2 km1 pendakian di awal start berupa jalan cor-coran pedesaan dan jalan paving. Setelah batas pedesaan habis kamu akan mulai masuk ke jalan setapak tanah. Ini menandakan kamu sudah masuk ke kawasan hutan Wekas, Merbabu. Mulai area hutan, perjalanan kamu akan terus menanjak ringan sampai pos 1 Telaga Arum.Pos 1 – pos 21,6 km1 jam 40 menitJalur pos 1 ke pos 2 masih berupa jalan setapak. Kiri kanan jalur berupa hutan. Jika diperhatikan dengan saksama, jalanan mulai menanjak ringan dengan sedikit zig-zag sampai area pos 2. Area pos 2 adalah area campsite yang cukup luas dan terdapat sumber air. Beberapa pendaki yang tidak mengejar sunrise biasanya ngecamp di pos 2 dan summit attack besok pagi. Pos 2 – pos 31,3 km1 jam 30 menitMulai dari pos 2 jalur pendakian lebih menanjak. Kamu akan menemukan banyak batuan besar di jalur pendakian. Berhati-hatilah dalam memilih pijakan, jangan sampai 3 – persimpangan 2 jalur30 m15 menitSetelah pos 3, kamu masih akan terus menanjak hebat sampai bertemu dengan pertigaan Wekas. Pertigaan ini adalah pertemuan dari jalur pendakian Cunthel dan Wekas. Perhatikan sekeliling, jangan sampai salah pilih jalur. Pilih jalur ke jalur – Puncak Kenteng Songo1 km1 jamDari pergigaan ke atas, medan pendakian berupa bebatuan padar. Tanjakan semakin curam dan jalur semakin ekstrem. Nanti, kamu akan bertemu satu persimpangan lagi di area Watu Tils. Di persimpangan ini, kamu bisa memilih mau ke puncak mana. Arah kanan ke puncak Kenteng Songo sedangkan arah kiri ke puncak Syarif. Ambil saja arah ke puncak Kenteng Kenteng Songo – Puncak Triangulasi20 m5 menitSetelah sampai ke Kenteng Songo, kamu bisa mencari penunjuk arah ke puncak Triangulasih gunung Merbabu. Jarak total pendakian Merbabu via Wekas dari Basecamp sampai puncak Triangulasi adalah 5,6 km. Dengan kondisi fisik bugar, kamu dapat mencapai puncak Triangulasi dalam waktu 5 jam 30 menit. Namun, untuk pendaki pemula, biasanya butuh waktu 8-10 jam. Hal ini karena stamina pendaki pemula belum terbentuk dengan baik, jadi banyak istirahat di jalan. Sedikit tambahan, kami merekomendasikan 2 tempat ngecamp yang nyaman jika kamu mendaki via Wekas. Pertama, pos 2. Jika kamu mendaki gunung Merbabu tidak untuk mengejar sunrise, maka lebih baik kamu ngecamp di pos 2 saja. Area pos 2 luas, ada sumber air, ada shelter dan anti badai. Sangat nyaman untuk camping. Akan tetapi, jarak ke puncak cukup jauh, yaitu 2,8 km. Jika kamu summit attack pagi tanpa membawa beban tas carrier, kamu butuh waktu 2,5-3 jam perjalanan. Kedua, pos 3. Jika kamu pendaki pemula yang ingin melihat sunrise di puncak gunung Merbabu, maka mau tidak mau kamu harus mencari pos terakhir dari jalur Wekas. Dan pilihan terbaik adalah ngecamp di pos 3. Jarak pos 3 ke puncak tinggal 1,5 km. Butuh 1 jam 20 menit perjalanan. Jika kamu ingin mengejar sunrise, paling tidak kamu summit attack mulai jam Dengan begitu jam kamu sudah sampai puncak Merbabu. Beberapa pendaki berpengalaman tahu kalau jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas adalah jalur tercepat ke puncak Merbabu. Mereka biasanya memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan perjalanan mendaki lintas jalur. Di mana, start mendaki lewat jalur Wekas dan turunnya lewat jalur Selo. Menyenangkan sekali saat bisa lintas jalur di Merbabu. Camping hari pertama di pos 3 jalur Wekas. Camping di hari kedua, di sabana 2 jalur Selo. Dengan begitu, kamu dapat menikmati sunrise, sunset, pemandangan alam dan gemerlap bintang di langit Merbabu yang keindahannya tiada tara. Informasi penting dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu TNGBm jalur Wekas 1. Pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan simaksi Taman Nasional Gunung Merbabu via Wekas, di antaranya 1. Surat tanda vaksin 2. KTP, 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Menyerahkan bukti booking online untuk keperluan registrasi ulang. 5. Membayar biaya registrasi sebesar 3. Bagi pendaki yang berumur kurang dai 15 tahun, wajib menyertakan surat pernyataan dari orang tua yang ditandatangani di atas materai 4. Jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel Gerbang jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel. Jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel merupakan jalur pendakian gunung Merbabu dengan jarak tempuh normal. Perjalanan dari basecamp Cuntel sampai puncak Merbabu kurang lebih 6,43 km. Dengan jarak tersebut, jalur Cuntel menjadi jalur pendakian terpanjang dibandingkan dengan jalur pendakian gunung Merbabu lainnya. Basecamp jalur pendakian Merbabu via Cuntel berada di Jl. UmbulSongo Cuntel, Cunta, Kopeng, Kec. Getasan, Semarang, Jawa Tengah. Kawasan basecamp Cuntel berada di kawasan wisata Kopeng. Jadi, kamu akan dengan mudah menemukan basecamp Cuntel. Papan petunjuk arah dan petunjuk via Google Map sangat jelas. Tertarik untuk mendaki gunung Merbabu via Cuntel? Belum? Okay, saya akan memberikan 5 alasan kenapa kamu harus mencoba mendaki gunung Merbabu via Cuntel. Berikut 5 hal menarik dari jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel Pertama, pendaki bisa memasuki kawasan kawah mati Candradimuka gunung Merbabu. Bagi yang belum tahu, gunung Merbabu merupakan gunung berapi tipe stratovolcano yang sudah lama beristirahat. Terakhir meletus tahun 1797. Biarpun sudah lama tidak aktif, tapi kawasan kawah mati gunung Merbabu masih ada sampai saat ini. Lokasi ini sangat legendaris bagi para pendaki gunung Merbabu. Dan kalau kamu mendaki lewat Cuntel, kamu bisa memasuki area kawah Candradimuka gunung Merbabu. Kedua, pendaki dapat melihat flora & fauna Taman Nasional Gunung Merbabu di hutan Cuntel. Karena kawasan hutan area Cuntel masih terdapat banyak satwa liar, seperti monyet ekor, ayam hutan, elang, dll. Jika kamu membawa teropong jarak jauh, kamu bisa melihat hewan langka di habitat aslinya. Ketiga, jalur Cuntel memiliki sumber air di pos bayangan 2. Pendaki tidak perlu takut kehabisan air selama pendakian, karena pendaki bisa mengambil air di pos bayangan 2. Keempat, pendaki bisa mendapatkan pemandangan lautan awan dengan latar belakang gunung Sindoro dan gunung Sumbing yang sangat indah. Kelima, jalur pendakian memiliki banyak jalan setapak yang landai. Artinya, kamu akan mendapatkan banyak bonus di perjalanan. Kelima kelebihan itulah yang menjadikan jalur Cuntel banyak dikunjungi pendaki. Setelah mendaki gunung, pendaki juga bisa mampir di taman wisata Kopeng, Kopeng Tree Top hingga Rawa Pening. Komplit banget deh jalur Cuntel Ingin segera mendaki gunung Merbabu via Cuntel? Yuk, segera atur tanggal pendakiannya. Hehe. Oia, khusus buat kamu yang ingin mencoba jalur Cuntel, kami akan membagikan rangkuman informasi penting. Berikut tabel informasi penting terkait jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel Lokasi basecampJl. UmbulSongo Cuntel, Cunta, Kopeng, Kec. Getasan, Semarang, Jawa Tengah telepon basecamp menuju basecampSepeda motor, Ojek, angkot, hingga registrasi per basecamp sampai pos lama waktu pendakian ideal2-3 sumber airAda. Sumber air ada di pos bayangan terakhir sebelum puncakPos ngecampPos 3 Kergo Pasar. Biar kamu lebih mengenal jalur Cuntel, kami akan berikan peta pendakian dan ulasan lengkap tentang medan pendakian Cuntel. Berikut peta jalur pendakian gunung Merbabu via CuntelPeta jalur pendakian gunung Merbabu via Cuntel. Setelah kamu memahami peta jalur Cuntel, kamu akan paham rute pendakian yang harus kamu selesaikan agar bisa sampai ke puncak Merbabu. Biar kamu makin paham medan pendakian melalui jalur Cuntel, kami buatkan juga rangkuman estimasi pendakian dan medan pendakian jalur Cuntel. Berikut tabel jarak dan waktu tempuh pendakian gunung Merbabu via Cuntel Jalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhKondisi Medan PendakianBasecamp – pos km1 jam 45 menitJalur pendakian berupa jalanan setapak ynag cukup lebar dan landai. Pendaki akan disuguhi pemandangan hutan yang dikelola 1 – pos 2470 m45 dari pos 2 Watu Puput, Jalur pendakian mulai memasuki kawasan hutan yang lebih lebat. Kiri-kanan jalur pendakian didominasi semak belukar dan pepohonan tinggi. Pos 2 – pos 3630 m1 dari pos 2 mulai menanjak. Semakin tinggi, pendaki akan semakin dingin karena mulai memasuki area terbuka di pos 3. Area pos 3 Kergo Pasar bisa kamu jadikan tempat Ngecamp. Area ini luas, bisa muat 30an 3 – Pemancar800 m1 jam 10 pendakian setelah pos 3 merupakan jalur tanjakan terjal sampai ke area Pemancar. Pemancar – Hellipad600 m45 menitDari area Pemancar menuju ke kawasan Hellipad, jalur pendakian lebih landai dari pada sebelumnya. Jalur pendakian didominasi oleh jalur bebatuan. Di pertengahan jalan, pendaki akan berjumpa dengan papan penanda area Hellipad dan jalur ke kawah mati gunung – Puncak Syarif760 m1 dari kawasan Hellipad, pendaki akan menapaki tanjakan yang terjal sampai puncak Syarif gunung Syarif – Puncak Triangulasi640 m30 puncak Syarif kamu bisa menuju puncak Triangilasi dan puncak Kenteng Songo. Lama perjalanan sekitar 30 menit. Total jarak pendakian gunung Merbabu via Cuntel dari basecamp Cuntel sampai puncak adalah 6,2 km. Dengan kondisi fisik bugar, kamu dapat mencapai puncak Merbabu dalam waktu 6 jam 55 menit. Namun, untuk pendaki pemula, biasanya butuh waktu 7-10 jam. Jadi, sesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing tambahan, untuk tempat ngecamp, kami merekomendasikan 2 tempat, yaitu Pertama, pos 3 Kergo pasar. Area pos 3 memiliki tanah lapang yang luas. Bisa menampung 30-50 tenda. Lokasi ini berjarak 2,8 km dari puncak. Artinya, kamu butuh waktu sekitar 3 jam untuk bisa ke puncak Merbabu. Area pos 3 sangat cocok untuk pendaki yang tidak mengejar sunrise di puncak Merbabu. Dengan begitu, perjalanan dari pos 3 ke puncak menjadi lebih ringan dan santai. Karena beban bawaan yang berat di tinggal di pos 3. Kedua, area Hellipad. Setelah pos 3 ada satu tempat ngecamp yang nyaman dan dekat dengan puncak. Lokasi ini bernama area Hellipad. Jarak area Hellipad ke puncak Merbabu sekitar 1,4 km atau sekitar 1 jam 30 menit perjalanan. Cocok untuk pendaki yang mengejar sunrise di puncak Merbabu. Namun, di area Hellipad, kadang tercium bau belerang dari kawah mati saat angin gunung naik. Jadi, cari posisi ngecamp yang strategis. Saat mendaki Merbabu via Cuntel, jangan buru-buru turun gunung. Banyak spot menarik yang bisa kamu nikmati di gunung Merbabu. Misalnya, puncak Syarif, puncak Triangulasi, puncak Kenteng Songo, geger boyo Merbabu, Kawah Candradimuka Merbabu, dll. Belum lagi, pemandangan saat sunrise, sunset dan saat cuaca cerah, indah banget. Biar puas, setidaknya kamu mendaki gunung Merbabu 3 hari dua malam. Informasi penting dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu TNGBm jalur Cuntel 1. Pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan simaksi Taman Nasional Gunung Merbabu via Cuntel, di antaranya 1. Surat keterangan vaksin 2. KTP, 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Menyerahkan bukti booking online untuk keperluan registrasi ulang. 5. Membayar biaya registrasi. 3. Pendaki dilarang membawa tisu basah dan dilarang meninggalkan sampah di gunung. 5. Jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan Gerbang jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan. Jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan merupakan jalur pendakian gunung Merbabu dari sisi utara. Dengan mendaki dari sisi utara kamu akan mendapatkan pemandangan dari 5 gunung yanag cantik. Di antaranya gunung Telomoyo, gunung Andong, gunung Ungaran, gunung Sindoro hingga gunung Sumbing. Gerbang pendakian jalur utara berada di Thekelan, Batur, Kec. Getasan, Semarang, Jawa Tengah. Jalur pendakian Merbabu dari bagian utara cenderung normal. Karena masih banyak terdapat jalur pendakian yang landai dan memutari kamu tidak begitu familier dengan jalur Thekelan, tapi jalur Thekelan itu tidak kalah seru dibandingkan jalur Selo dan Wekas. Berikut 5 alasan kenapa jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan wajib kamu coba Pertama, pendaki akan mendapatkan pemandangan 5 gunung cantik dari sisi utara dan barat gunung Merbabu. Kelima pemandangan gunung cantik itu adalah gunung Sindoro, gunung Sumbing, gunung Telomoyo, gunung Andong, hingga gunung Ungaran. Saat cuaca cerah, kelima gunung tersebut sangat menawan mengerucut di atas samudera awan. Kedua, ada banyak sumber air di jalur pendakian Thekelan. Berbeda dengan jalur pendakian gunung Merbabu yang lain, jalur Thekelan kaya akan sumber air. Di pos 1 ada sumber air. Pos 2 juga ada sumber air. Pos 3 juga ada sumber air. Sehingga, pendaki tidak perlu takut kehabisan air selama pendakian via Thekelan. Ketiga, pendaki bisa mengunjungi kawah mati gunung Merbabu. Gunung Merbabu merupakan gunung berapi yang tidak beraktivitas sejak 1797. Biarpun sudah mati, tapi jejak sejarah kawah gunung Merbabu masih ada sampai saat ini. Akan tetapi, tidak semua jalur bisa sampai ke kawah mati gunung Merbabu. Nah, pendaki yang naik lewat Thekelan bisa datang dan menyaksikan kawah mati gunung Merbabu tersebut. Keempat, jalur pendakian Merbabu Via Thekelan memiliki berbagai jenis medan pendakian yang menantang. Ada medan perkebunan, hutan, jalanan bukit yang landai hingga tanjakan yang terjal menjelang ke puncak. Pokoknya, lain daripada yang lain. Komplit banget! Kelima, Thekelan merupakan jalur pendakian gunung Merbabu tertua. Tua bukan berarti buruk ya? Malahan jalur Thekelan menawarkan fasilitas pendakian yang lengkap dan ditunjang dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Gimana? Mulai tertarik untuk mendaki gunung Merbabu via Thekelan? Yuk, segera luangkan waktu untuk ekspedisi pendakianmu selanjutnya. Hehe. Khusus buat kamu yang ingin segera mendaki gunung Merbabu via Thekelan, kami punya informasi penting. Berikut tabel rangkuman informasi penting terkait jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan Lokasi basecampThekelan, Tekelan, Batur, Kec. Getasan, Semarang, Jawa telepon basecamp menuju basecampSepeda motor, ojek, travel, hingga registrasi per basecamp sampai puncak6,1 pos lama waktu pendakian ideal2-3 sumber airAda. Sumber air ada di pos 1, 2 & terakhir sebelum puncakPos ngecampPos 4. Kami tambahkan peta jalur pendakian Thekelan, biar kamu lebih paham medan pendakian gunung Merbabu dari sisi utara. Berikut peta jalur pendakian gunung Merbabu via ThekelanPeta jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan. Dari peta jalur pendakian Thekelan tersebut, kamu akan memiliki pedoman arah menuju ke puncak Merbabu. Namun, informasi yang kamu miliki belum lengkap. Karena kamu belum tahu medan pendakian gunung Merbabu via Thekelan. Khusus untuk kamu, kami buatkan juga rangkuman medan pendakian dan estimasi waktu pendakian Merbabu via Thekelan. Berikut tabel rangkuman medan pendakian gunung Merbabu via Thekelan Jalur PendakianJarak TempuhWaktu TempuhKondisi Medan PendakianBasecamp – pos 11,1 km1 jamJalur pendakian awal dari basecamp adalah jalanan cor pedesaan. Nanti pendaki akan melewati perkebunan warga dan masuk ke jalur tanjakan pos 1 – pos 2820 m1 jamDari pos 1 Pending menuju pos 2, kamu akan disuguhi pemandangan pepohonan rindang berbatang merah. Jalur pendakian mulai sedikit menanjak. Di beberapa tanjakan telah dibuatkan anak tangga untuk kenyamanan pendaki. Sesampainya di pos 2, kamu bisa beristirahat, karena ada bangunan permanen yang lumayan bersih. Pos 2 juga ada sumber air dari kran 2 – pos 3780 m1 jamMulai dari pos 2 Pereng Putih jalur pendakian menyusuri pinggir tebing. Tanjakan mulai sedikit sulit, tapi masih dalam batas 3 – pos 4400 m30 menitMulai dari pos 3 Lempong Sampan sampai pos 4, jalur semakin menanjak. Kamu sudah keluar dari kawasan hutan dan memasuki area terbuka yang penuh dengan semak belukar. Berhati-hatilah dengan tanaman 4 – Watu Gubuk700 m30 menitSesampainya di pos 4, kami merekomendasikan untuk segera mendirikan tenda. Tempat ngecamp di area pos 4 cukup lapang, Bisa muat untuk 10an tenda. Dari pos 4 ke Watu Gubuk jalannya lumayan nyaman. Tanjakan tidak begitu Gubuk – Pemancar400 m45 menitMulai dari Watu Gubuk, kamu akan menapaki tanjakan ekstrem. Pemandangan di samping kanan dan kiri pendakian adalah jurang. Tapi, kamu sudah bisa melihat pemandangan yang indah membentang – Hellipad600 m40 menitSesampainya di pos Pemancar kamu akan menemukan pertigaan tempat pertemuan jalur Cuntel dan jalur Thekelan. Lihat petunjuk arah dan ambil arah ke Hellipad/ – Geger Sapi250 m25 menitSetelah dari area Hellipad, kamu bisa melihat kawah mati gunung Merbabu terlebih dahulu. Setelah puas, ambil arah puncak dengan melewati perbukitan gunung Merbabu geger sapi.Geger Sapi – Puncak Syarif450 m40 menitDari geger sapi gunung Merbabu ke puncak Syarif, kamu akan menghadapi tanjakan yang cukup ekstrem. Butuh tenaga ekstra agar bisa sampai ke puncak Syarif – Puncak Kenteng Songo500 m20 menitSetelah puas di puncak Syarif, kamu bisa ke puncak Kenteng Songo melalui jalur jembatan Setan. Karena tanjakannya sangat ekstrem, pendaki akan mendaki menggunakan bantuan tali. Jika kamu ingin mudah, kamu bisa memakai jalur lain yang lebih landai untuk menuju puncak Kenteng Kenteng Songo – Puncak Triangulasi100 m10 menitDari puncak Kenteng Songo, kamu bisa berjalan sebentar ke puncak Triangulasi gunung Merbabu. Dari data di atas, totol jarak tempuh dari basecamp Thekalan sampai ke puncak Triangulasi adalah 6,1 km. Dengan kondisi fisik yang bugar dan sehat, kamu bisa menyelesaikan jalur Thekelan dalam waktu 7 jam perjalanan. Dengan catatan, kamu sudah paham jalur pendakian Merbabu via Thekelan. Bagi pemula, kamu bisa menyelesaikan jalur Thekelan dalam waktu 8-11 jam. Lama waktu perjalanan tergantung dari stamina pendaki dan seberapa banyak rombongan tambahan, kami merekomendasikan 2 tempat ngecamp yang nyaman jika kamu mendaki melalui jalur Thekelan. Pertama, area pos 4. Di pos 4 jalur Thekelan, ada tanah lapang yang cukup untuk mendirikan 10 tenda. Sebaiknya kamu memanfaatkan lokasi ini untuk mendirikan tenda. Jarak dari pos 4 ke puncak Triangulasi sekitar 3 km atau setara dengan 3 jam perjalanan. Untuk pendaki yang tidak mengejar sunrise di puncak Merbabu, lokasi ini sangat cocok untuk ngecamp. Kedua, Watu Gubuk. Di bawah area Watu Gubuk ada sedikit tanah lapang yang sangat nyaman untuk mendirikan tenda. Jika belum dipakai pendaki lain, jadikan tersebut tempat camping. Dari Watu Gubuk, kamu bisa mencapai puncak dalam waktu 1,5-2 jam perjalanan. Jika kamu berangkat pukul untuk summit attack, kamu masih bisa melihat sunrise dari puncak Merbabu. Jalur Thekelan merupakan jalur tertua dari semua jalur yang ada di Taman Nasional Gunung Merbabu. Jadi, kamu akan napaktilas sejarah panjang para pendaki jika melalui jalur ini. Selain memiliki nilai historis, jalur Thekelan juga memiliki panorama alam yang indah. Kamu akan melihat sisi utara gunung Merbabu yang hijau permai dan cantik. Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, sebaiknya kamu tidak buru-buru pulang. Idealnya, kamu perlu mendaki 3 hari 2 malam untuk mengeksplorasi semua pesona gunung Merbabu via Thekelan. Karena banyak spot unik yang tidak akan kamu temukan dari jalur pendakian gunung Merbabu lainnya. Informasi penting dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu TNGBm jalur Thekelan 1. Pendaki perlu mempersiapkan beberapa hal untuk keperluan simaksi Taman Nasional Gunung Merbabu via Thekelan, di antaranya 1. Surat keterangan vaksin 2. KTP, 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Menyerahkan bukti booking online untuk keperluan registrasi ulang. 5. Membayar biaya registrasi. 3. Pendaki dilarang membawa tisu basah dan dilarang meninggalkan sampah di gunung. Tempat fenomenal di gunung Merbabu Puncak Syarif. Puncak Triangulasi. Puncak Kenteng Songo. Sabana 2 Jalur Selo. Puncak Suwanting Jalur Suwanting. Kawah Candradimuka Gunung Merbabu. Kawah Samber Nyawa. Jembatan Setan. Watu Tulis. Area Hellipad. Kendi Kencana. Baca Lebih lanjut Tips Kedinginan di Gunung » Dapatkan update artikel pilihan dan breaking news seputar hiking, camping dan traveling dari Mari bergabung di Grup Telegram " Adventure Addicts", caranya klik link kemudian join. Kamu harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

JalurSuwanting merupakan jalur baru untuk mencapai puncak Gunung Merbabu. Sejak di buka pada bulan Maret tahun 2015 Jalur pendakian Gunung Merbabu Via Suwanting ini belakangan menjadi primadona para pendaki. Jalur suwanting terletak di Dusun Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
GunungMerbabu memiliki beberapa Jalur pendakian yang bisa dipilih, berikut Jalur Pendakian Gunung Merbabu yang bisa dijadikan titik awal menikmati pesona alam ini: Jalur Pendakian Selo, Boyolali. Jalur Pendakian Tekelan, Kopeng, Salatiga. Jalur Pendakian Suwanting, Magelang. Jalur Pendakian Wekas, Magelang. Jalur Pendakian Chuntel, Magelang.
PendakianGunung Merbabu via Jalur Wekas suara peluit kereta api kembali terdengar mengusik pagi di Ibukota. perlahan meninggalkan Stasiun, tepat pukul 06:00 wib. suasana didalam gerbong terlihat sepi dan tidak semua kursi terisi, kebetulan saat itu masih musim arus balik lebaran. Jalurpendakian gunung Merbabu via Wekas (Magelang) Jalur pendakian gunung Merbabu via Cunthel (Semarang) Jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan (Semarang) Catatan: Selain kelima jalur pendakian tersebut, ada jalur pendakian gunung Merbabu via Gancik, Genikan, Timboa dan Grenden. PendakianMerbabu Via Wekas. Jalur ini sangat populer dikalangan para Remaja dan Pecinta Alam kota Magelang, karena lebih dekat dan lebih banyak sumber udara, begitu banyak remaja yang suka memancing di Pos II terutama pada hari libur. Wekas merupakan desa terakhir menuju puncak yang membutuhkan waktu kira-kira 6-7 jam.
PaketWisata Merbabu, Merbabu Mountain Guide, Porter Merbabu 5 Alasan Mengapa Perlu Mencoba Mendaki Merbabu via Suwanting Mendaki Merbabu via Suwanting menjadi tren belakangan ini. Tertarik mencoba? Ditulis Oleh Fransiska Dina Kristanti merbabu via suwanting Foto merupakan dokumen pribadi penulis 1. Jalur baru Desa Suwanting adalah desa kecil terletak di Dusun Suwanting, Desa Banyuroto
Silakanbaca artikel SEPENGGAL KISAH PENDAKIAN GUNUNG MERBABU VIA GANCIK SELO ini selengkapnya di Blogger Jalur Merbabu via Wekas di Wekas Magelang; Jalur Merbabu via Suwanting di Suwanting Magelang; Awalnya kami ingin melalui jalur suwanting, namun jalurnya tutup karena cuaca kurang baik seperti badai, hujan lebat PendakianGunung Merbabu via Suwanting ini dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2021 dalam rangka persiapan pembukaan Jalur Pendakian Suwanting dan dengan pendam JalurWekas | TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU Taman Nasional Gunung Merbabu August 4, 2022 Perkuat Keterampilan Kelompok Masyarakat Desa Penyangga, BTNMb Berikan Pelatihan Pastikan Calon Pendaki Mengisi Data Booking Online dengan Benar 6 Kelompok Masyarakat Desa Penyangga Kawasan TNGMb Terima Bantuan Fasilitasi Usaha Ekonomi Produktif DEPGYXS.